“Awalnya saya cuma ikut-ikutan saja ekstrakulikuler di sekolah waktu SD karena melihat olahraga karate sangat keren dengan penampilannya. Setelah setahun latihan timbul rasa bosan dan ingin berhenti latihan. Namun sang pelatih memberikan wajangan dan motivasi serta menawarkan untuk ikut kejuaraan. Tawaran tersebut saya setujui, saat duduk di kelas 4 SD saya pertama kali ikut kejuaraan karate dan untuk pertama kali berhasil meraih juara. Hal ini tentunya membuat semakin termotivasi dan semangat lagi untuk latihan”, kenang anak sulung dari dua bersaudara ini.

Tekad pelajar SMA Negeri 11 Medan ini terus membara dalam jiwa dan raga untuk mewujudkan cita-citanya menyumbangkan kembali medali emas untuk kota Medan. Namun, untuk meraih prestasi tersebut bukanlah segampang membalikkan telapak tangan. Latihan dan latihan terus mengisi waktu untuk mempersiapkan dirinya dengan matang. Tak ada kata pantang menyerah sebelumnya bertanding.

“Saya akan berlatih dengan maksimal dan berlaga dengan segala kemampuan yang ada sesuai dengan instruksi pelatih. Arena karate Porprovsu sudah menanti untuk dilakoni harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk tampil prima dengan mendulang medali emas. Tidak dipungkuri atlet-atlet daerah lain juga telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. Untuk itu, sebagai karateka Medan harus mampu untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik dibadingkan atlet daerah lain yang ada di Sumatera Utara,”tutup mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Medan (Unimed) ini. (*)

Bagikan: