Seyogianya sikap dan intusiasi pelatih bukan itu, tapi lebih kepada memberikan pembinaan kepada anak usia 6-16 tahun. Ya, bagaimana caranya progress performance individu yang naik, bukan perform team. Walau pun, kata Dean, sebenarnya performa team juga tak kalah penting bagaimana pemain berorganisasi dalam bermain dalam bertahan, menyerang dan transisi.

Ditanya tentang peserta yang potensial dalam coaching clinic QS Futsal, Dean menyatakan optimis. Sebetulnya, menurut kaca mata Dean, semua punya potensial karena peserta kali ini ada 3 orang pemain dan pelatih ada 6 orang.

“Semuanya bisa bermain, walau pun awalnya kaku. Dan saya harapkan kepada pelatih-pelatih ini akan bisa praktikkan itu kepada anak didiknya,” sebut laki murah senyum ini.

Pelatih itu juga ‘dipaksa’ punya feeling. Lewat tekhnis latihan dengan maksud jangan memasangkan pemain dengan itu-itu saja, tapi dengan mix atau rotasi.

“Sehingga antara pemain dapat chemistrynya, saling memahami dan jika bermain dalam team komunikasinya dapat berjalan. Itu secara tekhnis, sedangan non teknis hal simple sih yang saya lakukan, kadang saya lakukan sehabis latihan kita makan malam bareng dengan tidak ada pemisahan antara meja pelatih dan pemain, pemisahan meja pemain senior dengan junior jadi kita berbaur,” imbuhnya.

Dean juga mengakui bahwa pelatih Indonesia berlisensi cukup banyak ketimbang di Brunai Darussalam. Dilihat dari sisi mana pun, baik itu SDM pelatih, kualitas pelatih dan SDM pemain, kualitas pemain dan level kompetisi jauh dari Indonesia.

“Dalam menghadapi tekanan dipertandingan saya sering bilang ke anak-anak, kalian harus punya “mental preman”. Preman itu menghadapi siapa saja berani, dalam hal melawan tim yang lebih kuat atau bintang jangan langsung patah semangat. Hadapi saja dulu, hasil itu akan terlihat di 2×20 menit nanti bukan sebelum 2×20 menitnya,” sarannya.

Untuk kata, lirihnya, di Medan sendiri sudah ada bakat serta minat pemain-pemain muda. Semuanya itu tergantung mental. “Bakat dan karakter untuk anak-anak Medan sudah sangat kuat. Tinggal bagaimana mempertahankan karakter ini dan mengasah bakatnya. Plus intelegency dan visi bermain ditingkatkan. Dan kalau itu ditangani dengan baik sumut akan luar biasa,” tandas Dean.

Dikesempatan yang sama, Khairuddin S.P Siregar S.Pd yang biasa dipanggi Boy selaku ketua pelaksana menyampaikan kepada kru Medansport.id acara coaching clinic hari ini yang dilaksanakan di QS Futsal berjalan lancar dan merasa sangat puas dengan materi materi yang disampaikan coach Dean Gestiano.

Harapan besar untuk futsal sumut khususnya kota medan adalah kegiatan coaching clinic ini harus sering dilakukan serta kompetisi-kompetisi yang berjenjang atau kompetisi kelompok usia baik putra maupun putri  sehingga dapat lebih semangat berlatih dan bisa semakin berkembang, ujarnya.(***)

 

Bagikan: