MEDANSPORT.ID – MEDAN – Erlangga Andaru Rinaldi merupakan sosok yang tak asing bagi dunia olahraga polo air. Pasalnya, pria yang akrab di sapa Ega ini merupakan skuat Timnas Putra Polo Air Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Kini, pria yang dilahirkan Medan ini tercatat sebagai atlet Selam binaan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Medan. Setelah lolos Seleksi Daerah (Selekda) di kolam renang Selayang Jalan dr Mansyur Medan, pada 26-27 Agustus lalu, membuat anak kedua dari tiga bersaudara ini sanggat optimis untuk meraih medali PON XXI/2024 Sumut-Aceh.

Memang, bakat Ega muncul dari orangtuanya Rudi Rinaldi yang merupakan mantan kiper Polo Air. Atlet yang berdomisi Jalan Flamboyan 1/1 No.17 Tanjung Selamat Medan Tuntungan ini sempat tercengang di umurnya yang masih menginjak 16 tahun sudah dipercaya membela Indonesia di event olahraga terbesar di Asia.

Saat pelatih Timnas Polo Air asal Serbia, Milos Sarkovich menyebutkan namanya menjadi tim utama. Selama menekuni Polo Air dan mengikuti turnamen internasional antara lain Princess Chulaborn Thailand 2016,  Malaysia Open 2014, 2015, dan 2019,  Inter Sport Game Singapore 2016 Indonesia Open Jakarta 2017, dan  Asian Games 2018.

Namun, mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta ini hijrah dari Polo Air ke selam. Anak dari pasangan Rudi Rinaldi dan Primadewi Poernomo berhasil menempati peringkat pertama Selekda atlet selam yang dipersiapkan untuk PON XXI/2024 Sumu-Aceh di nomor Bifins dalam Pelatda jangka panjang KONI Sumut.

“Sebenarnya tidak beralih sepenuhnya ke selam, namun karena tidak adanya pembinaan dan tidak diperhatikan lagi dari Pengprov PRSI Sumut terhadap Polo Air. Ini saya manfaatkan yang ada di olahraga selam yang baru terbentuk di Medan. Ya, karena masih sama-sama di air, mencoba kesempatan yang ada dan seru juga selam karena bisa scuba diving juga,” ujar Ega di Medan, kemarin.

Pria yang dilahirkan 20 tahun silam ini menjelaskan, Bifins adalah salah satu pertandingan selam dengan renang dipermukaan air dan bersaing berdasarkan kecepatan dengan menggunakan alat masker atau kacamata renang, snorkel, dan sepasang fin dengan menggunakan renang gaya bebas.

Nomor perlombaan Bifin diadakan di kolam renang dimulai dari 50 m, 100 m, dan 200 m serta untuk nomor yang sangat jauh diselenggarakan di perairan terbuka. Seperti 4 km dan 6 km.

Cabang olahraga selam menjadi salah satu cabang olahraga andalan bagi Sumut untuk meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumut-Aceh.

Selam atau menyelam artinya bertahan di bawah air. Cabang olahraga selam masih belum banyak dikenal orang, termasuk di Kota Medan. Dalam pengertian cabang olahraga, selam dapat dikategorikan menyelam tanpa alat bantu pernapasan.

Semisal snorkeling, selam bebas menyelam dengan alat bantu pernapasan, misalnya selam scuba dan surface supplid diving.

“Polo Air dan selam tak jauh beda sama-sama olahraga aquatic. Pada olahraga selam setiap anggota tubuh memiliki peranan penting terhadap efektivitas gerak yang dilakukan, terutama bagian tungkai,” terangnya.

Begitu juga kondisi fisik sangat menentukan keberhasilan seorang atlet selam terutama nomor 50m bifins. Dalam Bifins gaya yang digunakan adalah gaya bebas (crawl) dan bernafas menggunakan snorkel. “Gaya seperti lumba lumba diperbolehkan selama berada di bawah air dan tidak melebihi tanda 15 m. Hal ini tidak jauh berbeda dengan cabor polo air,” tutup Ega. (***)

Bagikan: