MEDANSPORT.ID – MEDAN – Final UEFA Conference mempertemukan AS Roma dan Feyenoord yang akan bertarung di Arena Kombetare, Tirana, Albania, Kamis (26/5/2022) pukul 02.00 WIB. Trofi UECL adalah pertama sepanjang sejarah. Kedua kesebelasan ditengarai melakukan jual-beli serangan yang cukup intens dalam laga nanti. Tim ibu kota Italia mengusung misi memenangkan trofi UEFA pertama mereka.

Sebelumya Giallorossi pernah mencapai final kompetisi Eropa sebanyak 2 kali. Namun sayang semuanya berakhir dengan kekalahan (1961, 1984). Sementara itu, Feyenoord berpeluang mengangkat gelar UEFA mereka yang ke-4. Tim asal Belanda ini pernah memenangkan trofi Piala Champions era 1969/70.

Kemudian trofi UEFA Cup pernah mereka dapatkan masing-masing pada musim 1973/74 dan 2001/02. AS Roma melaju ke final UECL usai menundukkan Leicester City di semifinal. I Lupi bermain imbang 1-1 di Inggris, kemudian membukukan kemenangan 1-0 di markas sendiri Stadion Olimpico. Skor agregat 2-1 membuat Roma memastikan tiket final.

Performa bagus skuad arahan Jose Mourinho tidak hanya sampai di situ. Dalam ajang domestik, Roma juga terbilang sukses. Giallorossi mampu finis dalam zona Liga Eropa (peringkat 6), berkat kemenangan atas Torino di partai pemungkas.

“Bagi saya itu adalah final, di mana kami tidak akan membuat sejarah apapun – tetapi kami dapat menyelesaikan kerja keras selama satu musim, dan mencapai target kami. Namun bagi Roma, lolos ke Liga Europa adalah sesuatu yang sangat normal,” ujar Mourinho.

Pelatih asal Portugal tersebut juga ingin memberikan yang terbaik kepada pasukannya dalam final nanti. Menurut Mou, final UECL kali ini bakal mencetak sejarah bagi tim ibu kota Italia.

“Besok adalah hari bagi para pemain; kami pelatih berada di sela-sela. Kami akan mencoba membantu mereka, membaca kontes dan membantu tim,” sambungnya.

Sementara itu, Feyenoord menembus final usai mengalahkan tim kuat Prancis, Marseille. Di babak semifinal yang berlangsung awal bulan lalu, pasukan Arne Slot bertarung dramatis kontra Il’OM. Mereka membawa pulang tiket final berkat keunggulan agregat 3-2.

Kekuatan Feyenoord tentu tidak boleh diremehkan. Cyriel Dessers dan kawan-kawan punya catatan mentereng sepanjang gelaran UECL. Sejak awal hingga menjelang final, mereka sama sekali belum terkalahkan. Tim Eredivisie ini juga terbilang prolifik. Feyenoord mencetak 28 gol dari 12 pertandingan yang dimainkan.

Salah satu pemain yang wajib diwaspadai adalah Dessers. Penyerang Nigeria tersebut sudah menyumbang lebih dari sepertiga total gol tim (10 gol). “Kami tahu apa yang diharapkan [dari Roma], tetapi Anda tidak pernah tahu, terkadang pelatih mereka memiliki sedikit kejanggalan dalam rencana permainannya. Tapi kami telah melihat banyak hal, jadi kami harap kami siap menghadapinya dengan cara yang benar,” kata Arne Slot mengomentari partai final menghadapi Roma.

Bagikan: