MEDANSPORT.ID – MEDAN – Sebelum berakhirnya round pertandingan, Real Madrid, PSG dan Bayern Munchen telah memastikan gelar juara di masing-masing liga di negaranya. Namun dua di antaranya liga bergengsi di ranah eropa baru ditetapkan pada pekan ke-39 kemarin malam. Yakni Italia dan Inggris.

Dan hasilnya, AC Milan meraih scudetto, setelah edisi 2010/2011 berkat kemenangan 3-0 atas Sassuolo, Minggu (23/5/2022). Hanya saja, Milan harus rela menggelar pesta juara di Stadion Mapei, Reggio Emilia. Hanya perlu hasil imbang, Milan justru tampil ganas dan bisa melesakan tiga gol tanpa balas lewat Olivier Giroud (17 dan 32) dan Franck Kessie (36).

Pencapaian ini makin manis karena Milan bisa merusak misi Inter yang ingin mempertahankan gelar. Padahal, I Nerazzurri awalnya difavoritkan jadi juara karena sempat menguasai klasemen cukup lama sebelum pergantian tahun.
Pada akhirnya, Milan bisa menutup musim dengan torehan 86 poin, unggul dua poin atas Inter. Itu membuat kerja keras armada Simone Inzaghi untuk mengalahkan Sampdoria 3-0 di Giuseppe Meazza menjadi sia-sia. Pioli pun senang bisa membawa pasukannya merengkuh kembali Scudetto.

Pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan Milan lebih pantas juara ketimbang Inter. Sebab, performa skuadnya lebih konsisten dibanding Lautaro Martinez dkk.

“Saya senang untuk para pemain saya, untuk diri saya sendiri, staf saya, klub, direktur, dan penggemar kami yang fantastis. Untuk seluruh dunia,” kata Pioli, dilansir dari Football Italia, Senin (23/5/2022).

Seadngkan di negeri Ratu Elisabeth, Manchester City memegang champions Liga Inggris usai mengandaskan Aston Villa 3-2. Usai laga, Guardiola melempar psywar untuk Liverpool yang terus membuntuti mereka sampai akhir musim. Topik yang disinggung adalah Real Madrid yang akan menjadi calon lawan Liverpool di final Liga Champions 2021/2022.

“Saya menelepon Real Madrid dan mereka memberi saya nasihat bagus!” kata Guardiola dikutip BBC. “Tidak ada penjelasan di Madrid, tidak ada penjelasan hari ini. Ini momentum. Terkadang menyenangkan menjalani situasi seperti ini (diburu Liverpool sampai akhir musim, red).”

Pep bergabung dengan Man City pada 2016 lalu dari Bayern Munich. Dia menggantikan Manuel Pellegrini yang telah membawa Man City juara di musim 2011-2012 dan 2013-2014. Di bawah asuhan Pep, Man City tak perlu waktu lama untuk kembali meraih gelar juara.

Mereka berhasil mencatatkan empat kali juara dalam lima tahun terakhir (2017-2018, 2018-2019, 2020-2021, dan 2021-2022). Ini tentu merupakan catatan gemilang yang dimiliki seorang pelatih di kompetisi selevel Liga Inggris. Belum lagi juga ada gelar juara di kompetisi lainnya. (snd/nt)

Bagikan: