PSG juga dilaporkan pernah menghubungi beberapa sekolah mengemudi untuk mengatur pelajaran mengemudi untuk bintang mudanya itu. Tetapi Mbappe mengutarakan saat itu bahwa ia tidak ingin tidak terburu-buru untuk mendapatkan lisensinya.
Dalam sebuah wawancara dengan Bleacher Report pada Desember 2017, Mbappe mengakui bahwa mendapatkan SIM tidak pernah menjadi salah satu prioritasnya, meskipun ia mengakui bahwa kesuksesan dan ketenaran telah mencegahnya melakukan hal-hal normal yang dilakukan anak muda lain seusianya.
“Ini adalah salah satu kerugian menjadi sukses sedini mungkin. Saya melewatkan hal-hal sederhana seperti memiliki SIM. Saya pikir semua orang melakukannya. Bagi banyak orang, SIM adalah suatu keharusan, tetapi bagi saya tidak. SIM adalah biasanya identik dengan otonomi, tetapi saya segera memiliki otonomi karena setiap kali saya memiliki pengemudi, itu tidak pernah menjadi prioritas (untuk mendapatkan SIM saya),” jelas Mbappe. (snd/mds)





