“Ini adalah langkah-langkah strategis yang harus kita kemas sebaik mungkin, bahwa dengan tergeraknya olahraga tradisional yang dilakukan KPOTI Sumut dengan menghadirkan Pangkalan Olahraga Tradisional di desa desa memiliki banyak kebermanfaatan dan daya tarik tersendiri yang akan menunjang ekonomi masyarakat, sosial dan budaya lokal,” tandas Dosen Unimed tersebut.

Perjuangan KPOTI Sumut sebagai pendorong dan penghubung di tiap-tiap daerah dalam menjaga ketahanan budaya melalui Pangkotrad dalam 1 tahun ini, menunjukkan kepada masyarakat bahwa olahraga tradisional ini penting untuk dilestarikan.

Apalagi mengingat arus globalisasi yang memaksa kita untuk menyikapinya dengan melihat sisi negatif dan positif bagi anak generasi muda bangsa.

Kegiatan silaturahmi tersebut juga diisi dialog dengan narasumber Jafaruddin Harahap dan Ketua KPOTI Binjai yang juga Kadis Pendidikan Pemko Binjai, Sri Ulina Ginting.

Sri Ulina Ginting mengungkapkan pihaknya menargetkan Pangkotrad bisa terbentuk di setiap sekolah dasar dan menengah di Kota Binjai.

“Kita malu kalau permainan tradisional yang kaya manfaat dan energi positif ini, kita tidak mau melestarikannya. Kita melihat di masa pandemi ini minat anak belajar sekarang menurun dengan kurangnya disiplin selama belajar dari rumah,” kata Sri Ulina.

Salahsatu alternatif mengisi waktu luang anak didik yakni dengan memberikan edukasi dan makna filosofis tentang permainan tradisional.

Bagikan: