Kalahkan Gumarang 1-0, Pelatih PSMS Medan Kembali Soroti Finishing Touch

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- PSMS Medan menyudahi perlawanan Gumarang FC dengan skor akhir 1-0 dalam sesi ujicoba yang berlangsung di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Kamis (17/6/2021) sore.

Gol Skuat Ayam Kinantan dilesakkan Anis Nabar menit 74 gol melalui tendangan keras dan terukur di area luar penalti yang tak dapat dijangkau kiper lawan.

Laga sendiri berjalan keras sejak menit awal babak pertama berlangsung. Sejumlah kartu pun mewarnai laga.

Syaiful Ramadhan CS terus mengepung area pertahanan lawan yang menerapkan permainan bertahan. Bahkan ketatnya pertahanan yang diterapkan Gumarang FC membuat laga harus berakhir dengan skor kaca mata di babak pertama.

Babak kedua sejumlah perubahan dilakukan sang arsitek, Ansyari Lubis dengan memasukkan Anis Nabar dan menarik keluar I Gede Sukadana.

Selian itu sang kapten Syaiful Ramadhan dan striker baru Rizki Sena juga ditarik keluar dengan memasukan Gusti Sandria dan Diego Bonowo.

Strategi itu pun berhasil. Anis berhasil membuka kebuntuan timnya lewat gol yang dilesakkannya. Gol itu pun menjadi gol satu-satunya dalam laga tersebut.

Menyahuti hasil itu, asisten pelatih Ridwan Saragih mengakui jika timnya saat ini masih lemah dalam hal penyelesaian akhir.

"Yang pertama yang perlu kita evaluasi adalah finishing dan crossing kita yang masih agak sedikit lemah," ucapnya.

Disinggung wacana penambahan pemain depan untuk menutupi kekurangan tersebut, menurut Ridwan hal yang terpenting saat ini adalah membenahi kelemahan yang ada.

"Kalau untuk menambah pemain depan sampai sekarang kita belum tau ya tapi kita sudah ada komunikasi dengan management. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita memperbaiki kelemahan yang kita analisa pada ujicoba sore ini. Begitu dari finishingnya mungkin lebih ke tendangannya juga. Kemaksimalan crossingnya juga itu perlu juga kita benahi," sebutnya.

Dirinya pun tak menampik jika pemainnya sedikit terpancing emosi dengan permainan keras yang diperagakan lawan.

"Itu situasi dalam pertandingan biasa. Lawan juga mungkin cara mengatasinya sedikit kasar atau keras. Kita kembalikan pada diri sendiri bagaimana kita lebih profesional lebih dewasa. Jadi jangan terpancing dengan karakter bermain lawan. Ini kan masih ujicoba. Kita harus lebih dewasa lagilah," tutupnya. (*)