MEDANSPORT.ID – MEDAN – Belanda menjamu Polandia pada matchday 3 Grup 4 b A 2022/23, di stadion De Kuip, Minggu (12/6/2022) pukul 01.45 WIB. Belanda menjadi salah satu tim yang menyapu dua laga pembuka fase grup dengan kemenangan. Laga kedua dituntaskan oleh Memphis Depay dan rekan- rekan dengan menundukkan Wales. Hasil tersebut mengokohkan Belanda di puncak klasemen Grup 4 Liga A dengan 6 poin.
Di sisi lain, Polandia baru saja mendapat pukulan telak. Tim yang ditukangi Czeslaw Michniewicz itu dihabisi Belgia dengan skor mencolok, 1-6. Keunggulan yang dicetak Robert Lewandowski berbalas gelontoran 6 gol Kevin De Bruyne dan kolega. Kini, Polandia menempati peringkat 3 di klasemen.
Setelah menjalani 2 laga dengan melawat ke markas lawan, Belanda akan bertindak sebagai tuan rumah. Mereka berpeluang menghadapi Polandia dengan skuad terbaik. Louis Van Gaal, juru taktik Der Oranje, punya sejumlah opsi untuk menurunkan pemain utama sejak menit awal laga.
Meski tidak diturunkan saat laga kontra Wales, Memphis Depay dapat menjadi andalan Van Gaal di lini depan. Ketajamannya dibutuhkan untuk meneror pertahanan lawan. Apalagi, Depay dalam kondisi bugar usai absen di laga terakhir. “Kami memiliki skuad yang luar biasa. Saya tidak tahu apakah Memphis (Depay) melakukan pemanasan lebih dari pemain lain (selama kemenangan melawan Wales). Begitulah cara kami: para pemain melakukan pemanasan dan duduk, jadi mereka siap untuk datang kapan saja,” tutur Van Gaal.
Musim ini, performa penyerang berusia 28 tahun itu cukup impresif. Sebelum membuat brace ke gawang Belgia di laga perdana UNL, torehan gol Depay di LaLiga mencapai angka 12. Jumlah itu setara dengan pencapaiannya selama membela Belanda dalam kualifikasi Piala Dunia 2022.
Sebaliknya, kendati tidak diunggulkan, Polandia bertekad mencari momentum kebangkitan. Enam gol yang mereka telan saat melawat ke Belgia memberi pelajaran, terutama dalam hal pertahanan. Menurut pelatih Czeslaw Michniewicz, kekalahan besar itu akan terus diingat oleh timnya.
Akan tetapi, juru taktik berusia 52 tahun tersebut enggan larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, ia meminta para pemain Polandia untuk menjadikan performa Belgia sebagai contoh.
“Saya mengatakan ke para pemain di ruang ganti, bahwa (kekalahan 6-1 dari Belgia) akan tinggal di kepala kami untuk waktu yang lama, tetapi mereka harus menggunakannya sebagai pengingat bagaimana lawan bermain di level tertinggi di dunia,” jelas Czeslaw.
