MEDANSPORT.ID – MEDAN – Spanyol akan bertemu Austria pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan Spanyol dengan Austria akan berlangsung di Stadion Los Angeles Amerika Serikat pada Jum’at, 3 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.
Spanyol sudah 16 kali bertemu dengan Austria di berbagai pertandingan Internasional.Spanyol memenangkan 9 pertandingan,3 pertandingan dimenangkan Austria dan 4 pertandingan berakhir imbang.Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada pertandingan persahabatan pada 19 November 2009 di Ernst Happel Stadion, Vienna Austria.Saat itu Spanyol menang dengan skor 5-1.Gol Spanyol saat itu dicetak oleh Francesc Fabregas,Jordi Pablo dan hattrick gol David Villa. Sedangkan gol Austria dicetak oleh Jakob Jantscher.
Pelatih Spanyol saat itu adalah Vicente Del Bosque dan pelatih Austria adalah Dietmar Constantini.Kini di Piala Dunia 2026 ini Spanyol dilatih Luis De La Fuente dan Austria dilatih Ralf Rangnick.
Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Spanyol menempati urutan 3. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Austria yang berada di peringkat 23. Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.
Spanyol sempat ditahan Tanjung Verde tanpa gol di laga pembuka Grup H, lalu bangkit dengan membungkam Arab Saudi 4-0, sebelum memastikan status juara grup lewat kemenangan tipis 1-0 atas Uruguay. Selain tanpa kebobolan sepanjang fase grup, Spanyol juga main rapi. Rodri menjadi jangkar lini tengah, sementara Pedri ditemani Fabian Ruiz menjaga ritme permainan.
Sedangkan Austria lolos ke fase gugur sebagai Runner Up Grup J. Tim asuhan Ralf Rangnick mengawali turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Yordania, kemudian kalah 0-2 dari Argentina, sebelum mengamankan tiket babak 32 besar lewat hasil imbang dramatis 3-3 melawan Aljazair.
Perjalanan Austria menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini ternyata sangat dramatis. Pada hari terakhir Grup J, semua orang mengira pertandingan antara mereka dan Aljazair hanyalah laga yang tak menentukan. Namun, kenyataannya jauh dari itu, karena pertandingan berakhir imbang 3-3 yang mendebarkan. Jika bukan karena gol penyama kedudukan melalui sundulan Sasa Kalajdzic pada menit ke-94, Austria pasti sudah tersingkir dari Piala Dunia. Kemenangan 3-1 atas Yordania dan kekalahan 0-2 dari Argentina dalam pertandingan lainnya menggambarkan betapa beragamnya performa mereka.
Austria lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Secara taktik, Spanyol diprediksi tetap mendominasi penguasaan bola dan mengontrol tempo pertandingan. Austria kemungkinan bertahan lebih dalam sembari mengandalkan transisi cepat melalui Marcel Sabitzer, Romano Schmid, dan Marko Arnautovic.
Rodri menjadi hulu dari semua sirkulasi ini dengan sumbangan 344 operan, sementara Pedri bergerak dinamis membuka ruang lewat 180 kali pergerakan offers to receive.
Penguasaan mutlak di lini tengah inilah yang membuat Spanyol begitu dominan mengurung lawan, terbukti dari lahirnya 55 kali percobaan tembakan yang 34 di antaranya dilesakkan langsung dari dalam kotak penalti.
Namun, Austria membawa modal militansi fisik dan pertahanan rapat untuk meredam kenyamanan Mikel Oyarzabal dan kolega. Gaya main Austria bertumpu pada pressing intens, tercermin dari catatan 810 kali pressing applied sepanjang fase grup. Konrad Laimer bertindak sebagai motor pengganggu utama untuk memutus aliran bola lawan.
Serangan anak asuh Ralf Rangnick juga terhitung efektif. Meski hanya melepas total 26 tembakan dalam tiga laga, lini serang di bawah komando Marko Arnautovic cukup klinis dengan mengonversi peluang itu menjadi 6 gol., kesalahan lini belakang dan faktor kurang tenang di sektor depan berujung petaka.
Meski dikenal memiliki pemain serang eksplosif, Spanyol juga tampil sangat dominan di lini belakang selama fase grup Piala Dunia 2026 dengan tidak kebobolan satu gol pun. Mereka juga belum menghadapi tembakan tepat sasaran di babak pertama dalam setiap pertandingan yang dimainkan di Piala Dunia 2026 sampai saat ini.
Kemenangan 1-0 atas Uruguay di pertandingan terakhir grup, berkat gol Alex Baena, memastikan langkah Spanyol ke babak gugur. Rekor tak terkalahkan Spanyol kini mencapai 34 pertandingan di semua kompetisi, tidak termasuk kekalahan adu penalti.
Angka ini hanya selisih satu pertandingan dari rekor nasional mereka yaitu 35 laga yang dicatatkan antara tahun 2007 hingga 2009. Rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sepak bola internasional adalah 37 pertandingan, yang dipegang oleh tim Italia yang menjuarai Piala Eropa 2020.
Spanyol punya beberapa persoalan di lini serang jelang laga melawan Austria ini. Yeremy Pino mengalami cedera bahu, Nico Williams bermasalah pada otot adduktor, sementara Victor Munoz masih dibayangi cedera paha.
Victor Munoz memiliki peluang terbesar untuk kembali tampil sat melawan Austria. Namun, Alex Baena berpotensi mempertahankan tempatnya setelah mencetak gol penentu kemenangan melawan Uruguay.tentu menanarik menanti Munoz atau Baena yang akan dipilih Luis De La Fuente untuk tampil
Persaingan di lini tengah juga menarik perhatian. Mikel Merino, Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Gavi sama-sama memiliki peluang untuk mengisi komposisi terbaik De la Fuente.
Austria relatif berada dalam kondisi lebih baik. Marko Arnautovic dan David Alaba sempat mengalami masalah pada lutut setelah laga kontra Aljazair, tetapi kondisi keduanya tidak dianggap serius.Jika masih bermasalah maka Kevin Danso dan Michael Gregoritsch akan siap menggantikan Alaba dan Arnautovic jika diperlukan.
Aksi heroik Sasa Kalajdzic saat melawan Aljazair juga akan menjadi pertimbangan bagi Rangnick untuk lini depan Austria saat melawan Spanyol nanti .
Secara kualitas individu dan pengalaman di turnamen besar, Spanyol masih berada satu tingkat di atas Austria. Mereka juga menunjukkan pertahanan yang solid sepanjang fase grup.
Namun, performa menyerang Spanyol belum sepenuhnya konsisten. Absennya beberapa pemain sayap berpotensi mengurangi daya ledak mereka di area sepertiga akhir lapangan.
Austria memiliki gaya bermain yang dapat menyulitkan Spanyol. Tekanan tinggi dan duel fisik bisa mengganggu ritme umpan pendek yang menjadi ciri khas permainan Spanyol.
Meski demikian, kedalaman skuad dan kualitas teknis diperkirakan menjadi pembeda. Spanyol tetap lebih difavoritkan untuk melaju ke babak berikutnya dalam pertandingan yang kemungkinan tidak menghasilkan lebih dari dua gol. Menarik juga menanti kesiapan Lamine Yamakl untuk tampil pada pertandingan melawan Austria ini karena perannya amat vita dalam membangun serangan Spanyol.
Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung ketat.Namun dengan melihat penampilan dan keunggulan individu skuad Spanyol saya prediksi Spanyol akan menang tipis atas Austria sekaligus lolos ke babak 16 besar.
Namun tentunya skuad Spanyol perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan Austria akan tampil dengan insiatif serangan terlebih dahulu dan menyumbat aliran serangan dari lini tengah ke lini depan Spanyol yang berpotensi membuat kreativitas serangan Spanyol mandek yang bisa saja membuat hasil pertandingan berakhir imbang.
Jika pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti tentu kesiapan mental kedua tim yang akan sangat menentukan untuk menjadi pemenang dalam laga ini.





