MEDANSPORT.ID – MEDAN – Setelah menanti selama 22 tahun akhirnya klub asal London Utara Arsenal akhirnya kembali sukses meraih Juara Liga Inggris (Premier League) musim 2025/2026. Kepastian gelar juara ini didapat pada 19 Mei 2026 setelah pesaing utamanya Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth sedangkan Arsenal sukses menaklukkan Burnley 1-0 dan membuat selisih poin di puncak klasemen tidak mungkin lagi terkejar walau kedua tim masih menyisakan satu pertandingan.
Gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026 ini adalah gelar juara ke-14 bagi Arsenal dengan 4 kali diantaranya diraih di era Premier League. Sang manajer dan pelatih Mikel Arteta mencatatkan sejarah sebagai mantan pemain Premier League pertama yang berhasil menjuarai Liga Inggris sebagai manajer dan pelatih.
Mikel Arteta tercatat pertama kali bermain di Premier League pada awal tahun 2005 ketika dirinya direkrut oleh manajer Everton David Moyes untuk bergabung di Everton dengan status pinjaman dari Real Sociedad. Melihat kinerjanya cukup bagus akhirnya Everton mempermanenkan Arteta sejak awal musim 2005/2006.
Performa Arteta yang cukup baik bersama Everton sejak 2005 hingga 2011 membuat manajer Arsenal Arsene Wenger mengajak dirinya bergabung dengan Arsenal sejak musim 2011/2012. Walau belum berhasil membawa Arsenal kembali berjaya di Premier League namun di bawah bimbingan Arsene Wenger, Arteta berperan besar membawa Arsenal menjadi Juara FA Cup musim 2013/2014 dan musim 2014/2015. Selain itu Arteta juga turut berperan membawa Arsenal menjadi Juara FA Community Shield tahun 2014 dan 2015. Pada akhir musim 2015/2016 Mikel Arteta mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional.
Sukses terakhir menjadi Juara Liga Inggris (Premier League) diraih oleh Arsenal pada musim 2003/2004. Saat itu Arsenal sukses menjadi Juara Liga Inggris (Premier League) dengan status tak terkalahkan sepanjang musim. Arsenal adalah klub kedua dalam sejarah Liga Inggris (setelah Preston North End pada 1888-1889) yang berhasil menjuarai Liga Inggris tanpa terkalahkan dalam satu musim penuh. Dan di era Premier League catatan juara tanpa terkalahkan Arsenal pada musim 2003/2004 menjadikan Arsenal menjadi satu – satunya klub yang menjadi Juara Premier League dengan status tak terkalahkan.
Di bawah tangan dingin manajer asal Prancis Arsene Wenger, Arsenal menjelma menjadi klub yang solid. Mereka berhasil mengemas 26 kemenangan dan 12 hasil imbang sepanjang musim Premier League 2003/2004. Arsenal sendiri memastikan gelar juara saat kompetisi memasuki pekan ke-34. Kepastian itu didapat setelah Arsenal bermain imbang 2-2 melawan rival sekota, Tottenham Hotspur di Stadion White Hart Lane. Hasil imbang membuat Arsenal tidak lagi mampu dikejar oleh Chelsea yang berada di peringkat kedua. Musim manis itu kemudian ditutup Arsenal dengan kemenangan 2-1 atas Leicester City yang terdegradasi di akhir musim.

Banyak bintang Arsenal musim itu yang berperan dalam kesuksesan luar biasa Arsenal tersebut seperti : Patrick Vieira, Sol Campbel, Freddie Ljungberg, Ashley Cole, Jose Antonio Reyes, Robert Pires dan bintang Arsenal lainnya. Namun Arsene Wenger, para pemain dan suporter Arsenal sepakat menyebut duet penyerang Arsenal Dennis Bergkamp dan Thierry Henry adalah yang menjadi bintang utama kesuksesan Arsenal menjadi Juara Liga Inggris (Premier League) musim 2003/2004 dengan status tak terkalahkan tersebut.
Duet Thierry Henry dan Dennis Bergkamp menjadi senjata mematikan Arsenal musim 2003/2004. Henry tampil memukau dengan torehan 30 gol yang membuatnya menjadi top scorer. Bergkamp juga tak kalah apik. Ia menjadi seorang second striker yang menciptakan ruang kosong bagi Henry untuk melesatkan gol. Bukan hanya untuk Henry,pada pertandingan terakhir Liga Inggris (Premier League) Bergkamp memberi umpan matang bagi Patrick Vieira untuk mencetak gol indah ke gawang Leicester.
Duet Thierry Henry dan Dennis Bergkamp disebut-sebut sebagai duet striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Arsenal di sepanjang sejarah klub tersebut. Di atas lapangan, komunikasi antara Thierry Henry dengan Dennis Bergkamp seolah-olah menggunakan telepati. Keduanya sudah memahami karakter satu sama lain dan mampu menerjemahkannya di atas lapangan.
Walaupun begitu duet maut Henry dan Bergkamp tidak lahir secara instan. Sebab, keduanya melewati sejumlah fase hingga akhirnya mampu menjadi duo menakutkan di lini depan Arsenal.
Berikut saya uraikan perjalanan lahirnya duet maut Dennis Bergkamp dengan Thierry Henry di Arsenal ini :
Dennis Bergkamp
Dennis Nicolaas Maria Bergkamp atau yang lebih dikenal dengan Dennis Bergkamp lahir di Amsterdam pada 10 Mei 1969. Bakatnya sebagai pesepakbola hebat tidak lepas dari tempaan yang dijalaninya di Ajax Amsterdam. Sosok legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff yang saat itu menangani Ajax memberi kesempatan debut profesional kepada Bergkamp pada 14 Desember 1986 melawan Roda JC dimana pertandingan berakhir dengan kemenangan 2–0 untuk Ajax. Bergkamp mencetak gol pertamanya untuk tim senior Ajac saat melawan HFC Haarlem pada 22 Februari 1987 dalam pertandingan yang dimenangkan Ajax 6–0. Ia kemudian membuat 23 penampilan di musim 1986/1987 , termasuk debut di turnamen antar klub Eropa melawan Malmö FF di Piala Winners Eropa 1986/1987, yang membuatnya mendapat pujian. Ajax memenangkan kompetisi tersebut, mengalahkan Lokomotive Leipzig 1–0 dimana saat itu Bergkamp tampil sebagai pemain pengganti. Saat itu Bergkamp masuk di menit ke-66 menggantikan Rob Witschge.
Pindahnya Johan Cruyf ke Barcelona pada awal musim 1988/1989 tidak membuat Dennis Bergkamp memudar. Pelatih Antoine Kohn,Bobby Harms, Barry Hullshof, Leo Beenhakker dan Louis Van Gaal tetap memberi kepercayaan kepada Bergkamp.
Kinerjanya terlihat kian matang dengan berperan besar membawa Ajax yang meraih Juara Liga Belanda (Eredivisie) pada musim 1989/1990 yang merupakan gelar juara untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Bergkamp kemudian mencetak 29 gol dalam 36 pertandingan di musim 1990/1991 dan menjadi pencetak gol terbanyak bersama di Eredivisie bersama dengan striker PSV Eindhoeven asal Brazil Romário .

Di bawah asuhan Louis Van Gaal Bergkamp berperan besar membawa Ajax menjadi Juara UEFA Cup setelah di Final , mengalahkan Torino melalui aturan gol tandang . Ajax kemudian mengalahkan Heerenveen 6–2 di final Piala KNVB pada 20 Mei 1993. Bergkamp adalah pencetak gol terbanyak di Eredivisie dari tahun 1991 hingga 1993 dan terpilih sebagai Pemain Sepak Bola Terbaik Belanda pada tahun 1992 dan 1993. Secara total, ia mencetak 122 gol dalam 239 pertandingan untuk Ajax Amsterdam.
Pada awal musim 1993/1994 Dennis Bergkamp bersama rekannya Wim Jonk bergabung dengan klub Italia Inter Milan. Sayang kiprahnya di Inter Milan tidak sebaik di Ajax. Ditambah lagi gangguan cedera dan hubungannya yang kurang harmonis bersama media dan suporter membuat Bergkamp tenggelam di Serie A. Meski begitu pada musim 1993/1994 Bergkamp berperan membawa Inter Milan menjadi Juara UEFA Cup setelah di final menaklukkan Austria Salzburg.
Pada awal musim 1995/1996 Dennis Bergkamp memutuskan menerima tawaran dari manajer Arsenal Bruce Rioch untuk berkiprah di Liga Inggris (Premier League) bersama Arsenal. Namun sayang kiprahnya di musim perdana ini masih belum meyakinkan akibat kesulitannya dalam beradaptasi dengan kultur sepakbola Inggris. Pada 23 September 1995, Bergkamp mencetak gol pertama dan kedua untuk Arsenal melawan Southampton di Highbury . Bergkamp mengakhiri musim pertamanya ini dengan 33 penampilan dan 11 gol, membantu Arsenal finis di posisi kelima dan mendapatkan tempat di Piala UEFA dengan mencetak gol kemenangan melawan Bolton Wanderers pada pertandingan terakhir terakhir musim 1995/1996.
Hadirnya Arsene Wenger sebagai manajer dan pelatih baru Arsenal pada awal musim 1996/1997 memberi energi baru bagi Dennis Bergkamp. Wenger yang mengagumi sepakbola Total Football khas Belanda menjadikan Bergkamp sebagai poros utama serangan bersama Ian Wright. Meski sempat absen beberapa pekan karena cedera namun Bergkamp menunjukkan kualitas terbaiknya dengan bukan hanya sebagai pencetak gol handal tapi juga menjadi pemberi assist yang mumpuni. Total Bergkamp memberikan 13 assist sepanjang musim 1996/1997 ini dan membawa Arsenal menduduki peringkat ketiga di akhir musim 1996/1997 ini.
Pada musim 1997/1998 merupakan musim terbaik bagi karir Bergkamp di Arsenal. Dirinya menjadi kunci utama bagi permainan Arsenal.Bahkan Ian Wright sempat tidak bisa mencetak gol dalam lima pertandingan ketika Bergkamp absen. Selain itu Bergkamp juga mampu membimbing striker muda Arsenal Nicolaas Anelka ketika Ian Wright absen. Akhirnya pada akhir musim 1997/1998 ini Bergkamp menjadi aktor utama yang membawa Arsenal sukses meraih gelar ganda dengan menjadi Juara Liga Inggris (Premier League) dan FA Cup.
Pada awal musim 1998/1999 Ian Wright memutuskan pindah dari Arsenal. Namun di bawah bimbingan Bergkamp, Nicolaas Anelka sukses menjelma menjadi striker handal di lini depan. Sukses awal duet Bergkamp dengan Anelka dimulai dari keuksesan Arsenal menjuarai FA Charity Shiled 1998. Demikian juga dengan kehadiran Nwankwo Kanu pada Januari 1999. Kanu yang sempat tenggelam di Inter Milan akibat gangguan jantung mulai menemukan lagi sinarnya di Arsenal di bawah bimbingan Bergkamp. Sayang di akhir musim Arsenal gagal mempertahankan gelar Juara Premier League dan FA Cup setelah kalah bersaing dengan Manchester United.
Pada awal musim 1999/2000, Anelka meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Real Madrid. Sebagai pengganti Arsene Wenger kemudian merekrut striker Kroasia Davor Suker dan striker muda Prancis Thierry Henry untuk mendampingi Bergkamp dan Kanu.
Thierry Henry
Thierry Daniel Henry atau lebih dikenal dengan Thierry Henry lahir di Les Ulis Prancis pada 17 Agustus 1997. Pada tahun 1990, Monaco mengirimkan pencari bakat Arnold Catalano untuk menyaksikan Henry, yang saat itu berusia 13 tahun, dalam sebuah pertandingan. Henry mencetak keenam gol saat timnya menang 6–0. Catalano memintanya untuk bergabung dengan Monaco tanpa terlebih dahulu mengikuti uji coba. Catalano meminta Henry untuk menyelesaikan kursus di akademi elit INF Clairefontaine, dan meskipun direktur INF Clairefontaine enggan menerima Henry karena hasil sekolahnya yang buruk, ia diizinkan untuk menyelesaikan kursus dan bergabung dengan Monaco di bawah asuhan Arsene Wenger sebagai pemain muda. Kemudian, Henry menandatangani kontrak profesional dengan Monaco, dan melakukan debut profesionalnya pada 31 Agustus 1994, dalam kekalahan 2–0 melawan Nice . Meskipun Wenger menganggap bahwa Henry harus ditempatkan sebagai striker, ia menempatkan Henry di sayap kiri karena ia percaya bahwa kecepatan, kontrol bola alami, dan keterampilannya akan lebih efektif melawan bek sayap daripada bek tengah .

Setelah awal yang kurang meyakinkan dalam kariernya di Monaco, Henry dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Prancis pada tahun 1996, dan pada musim 1996/1997 , penampilannya yang meyakinkan membantu klub memenangkan gelar juara Liga Prancis (Ligue 1). Selama musim 1997/1998, Henry berperan penting dalam membawa klubnya ke semifinal Champions League dengan mencetak tujuh gol dalam kompetisi tersebut. Pada musim ketiganya, ia menerima penampilan pertamanya untuk tim nasional , dan menjadi bagian dari Timnas Prancis yang menjadi Juara Piala Dunia 1998. Henry terus memberikan kesan yang baik selama masa baktinya di Monaco, dan dalam lima musimnya bersama klub tersebut, dimana pemain sayap muda ini mencetak 20 gol liga dalam 105 penampilan.
Henry meninggalkan Monaco pada Januari 1999, satu tahun sebelum rekan setimnya yang paling dekat dan akrab, David Trezeguet , dan pindah ke klub Italia Juventus dengan harga £10,5 juta. Ia bermain di sayap sebagai bek sayap dan gelandang sayap, tetapi ia tidak efektif sebagai pencetak gol, kesulitan menghadapi disiplin pertahanan yang ditunjukkan oleh tim-tim di Serie A . Henry hanya mencetak tiga gol dalam 16 penampilan.
Lahirnya Duet Maut Dennis Bergkamp Dan hierry Henry
Merasa tidak nyaman di Italia, Henry pindah dari Juventus pada 3 Agustus 1999 ke Arsenal dengan perkiraan biaya £11 juta, dan kembali bereuni dengan mantan manajernya di Monaco, Arsène Wenger. Didatangkan sebagai pengganti penyerang Prancis lainnya, Nicolas Anelka , Henry langsung dibentuk menjadi seorang striker oleh Wenger. Namun, keraguan muncul tentang kemampuannya untuk beradaptasi dengan permainan Inggris yang cepat dan berorientasi fisik ketika ia gagal mencetak gol dalam delapan pertandingan pertamanya. Setelah beberapa bulan yang sulit di Inggris dimana dirinya sempat kalah bersaing dengan Nwankwo Kanu dan Davor Suker untuk mendampingi Dennis Bergkamp, Henry mulai menemukan sinarnya.Di bawah bimbingan Dennis Bergkamp,Henry seolah menemukan kembali ketajamannya sebagai striker. Henry kemudian sukses menjadi pilihan utama Arsenal mendampingi Dennis Bergkamp.
Di bawah bimbingan Bergkamp, Henry mengakhiri musim pertamanya di Arsenal dengan jumlah gol yang mengesankan yaitu 26 gol. Arsenal finis di posisi kedua di Premier League di bawah Manchester United, dan kalah di Final Piala UEFA melawan klub Turki Galatasaray .
Sejak kedatangannya di Arsenal, Thierry Henry sudah mengungkapkan kekagumannya kepada Dennis Bergkamp. Thierry Henry sangat memuji dedikasi Dennis Bergkamp dalam sesi latihan Arsenal . Henry terkesan karena Bergkamp, meski sudah menjadi pemain terbaik di tim, selalu datang paling awal dan bekerja lebih keras daripada rekan-rekan lainnya.
Bagi Henry, etos kerja dan profesionalisme tersebut menjadikannya panutan yang mengajarkan seni serta nilai seorang pemain hebat. Tak pelak Henry menyebut bahwa Bergkamp selain sebagai rekan duetnya di lini depan juga adalah senior sekaligus guru yang membimbingnya di lapangan.
Pada awal musim 2000/2001 posisi Bergkamp sempat digeser ke lini tengah seiring dengan kehadiran bintang Prancis Sylvain Wiltord. Wenger sempat lebih memilih Kanu dan Wiltord yang lebih muda untuk mendampingi Henry di lini depan. Namun Wiltord dan Kanu gagal menunjukkan performa terbaiknya. Akhirnya Wenger kembali menempatkan Bergkamp dengan Henry di lini depan Arsenal. Sedangkan Wiltord digeser ke lini tengah.
Dan ternyata Henry menyambut positif keputusan Wenger tersebut. Henry kembali menemukan ketajamannya. Total 17 gol ditorehkannya bersama Arsenal di Liga Inggris dan menjadikannya pencetak gol terbanyak Arsenal di Liga Inggris pada musim 2000/2001. Pada akhir musim 2000/2001 Arsenal finis sebagai Runner-up di belakang rival abadinya Manchester United di Liga Inggris. Arsenal juga mencapai final Piala FA namun kalah 1–2 dari Liverpool .
Musim 2001/2002 menandai awal era keemasan Arsenal di bawah asuhan Wenger. Banyak penggemar sejati berpendapat bahwa ini benar-benar tim Arsenal terbaik dalam dua dekade terakhir, bahkan melampaui tim Invincibles yang muncul dua musim kemudian. Kunci kesuksesan tersebut adalah Thierry Henry dan Dennis Bergkamp, yang akhirnya bermain bersama di lini depan sebagai duet yang sesungguhnya. Wiltord-lah yang beralih ke peran yang lebih melebar untuk memungkinkan kemitraan tersebut berkembang, dan hasilnya bisa dibilang merupakan duet penyerang paling ikonik di era Premier League.

Masing-masing tahu perannya: Bergkamp adalah sang kreator, memanfaatkan pengalamannya yang luas untuk menciptakan peluang demi peluang bagi sang pencetak gol, Henry. Hal ini menjadi alami bagi pemain Prancis itu saat ia mencetak 24 gol di liga untuk mengamankan Sepatu Emas. Namun, yang lebih mengesankan daripada penghargaan individu adalah gelar liga. Keduanya bekerja sama untuk akhirnya merebut trofi Juara Liga Inggris (Premier League) dari tangan Manchester United pada akhir musim 2001/2002.
Beberapa momen istimewa terlihat mereka dalam perjalanan mereka, salah satunya adalah salah satu gol dalam kemenangan tandang Arsenal 2-0 atas Newcastle. Bergkamp, yang seringkali menjadi pemberi assist, mencetak gol sendiri dengan gol yang melambangkan bakatnya yang luar biasa. Setelah menerima umpan dari Robert Pirès, ia dengan cekatan mengarahkan bola melewati bek Nikos Dabizas. Bergkamp kemudian berputar melewati lawannya di sisi lain, tetapi secara naluriah tahu ke mana bola yang diarahkannya akan berakhir, dan langsung menguasainya sebelum menceploskan bola melewati kiper.
Ironisnya, Henry absen dalam pertandingan itu karena cedera pada momen istimewa ini, tetapi momen itu dengan tepat merangkum kegembiraan dan kreativitas yang menjadi dasar kerja sama mereka. Henry bahkan memuji kejeniusan Bergkamp dalam menciptakan gol itu.
Selain sukses meraih Juara Liga Inggris (Premier League) pada akhir musim 2001/2002, Henry dan Bergkamp juga berperan besar membawa Arsenal meraih Juara Piala FA setelah di Final menaklukkan Chelsea 2-0.
Musim 2002/2003 di bawah bimbingan Bergkamp,Henrymengakhiri musim dengan 32 gol dan 23 assist di semua kompetisi, cukup untuk mengamankan posisi Runner-up di Liga Inggris musim 2002/2003 walau pada awal pembuka Liga Inggris sukses menjadi Juara Charity Shiled. Meskipun Arsenal gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris, tetapi mereka berhasil mempertahankan gelar juara Piala FA.Di Final Piala FA musim 2002/2003 Arsenal menaklukkan Southampton dengan skor 1-0.
Puncak prestasi Arsenal di bawah kendali duet Dennis Bergkamp dengan Thierry Henry ini adalah kesuksesan Arsenal meraih Juara Liga Inggris (Premier League) musim 2003/2004 dengan status tak terkalahkan.Bahkan ini menjadi Juara Liga Inggris (Premier League0 terakhir yang diraih Arsenal sebelum musim 2025/2026 ini.
Dua musim berikutnya terbukti menjadi akhir dari kemitraan hebat tersebut. Bergkamp, secara sadar, mulai menyerahkan tongkat estafet kepada pemain Belanda lainnya Robin Van Persie yang hadir pada awal musim 2004/2005. Robin van Persie telah muncul dan mulai menarik perhatian dengan sangat cepat. Sejak debut suksesnya dengan menggantikan Thierry Henry pada awal babak kedua di FA Community Shiled 2004 dimana Arsenal sukses menjadi Juara setelah menaklukkan Manchester United 3-1,Van Persie sudah menunjukkan dirinya siap menjadi penerus Bergkamp sebagai duet Thierry Henry di lini depan Arsenal.
Meskipun demikian, Bergkamp masih memiliki banyak bakat untuk dipertontonkan. Dalam pertandingan terakhir musim 2004/05, ia mencetak satu gol dan memberikan tiga assist dalam kemenangan telak 7-0 atas Everton dan disambut dengan nyanyian “satu tahun lagi.” Ini merupakan bentuk kepercayaan yang cukup besar terhadap ketahanan Bergkamp yang kini berusia 36 tahun.
Meski gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris pada musim 2004/2005 karena kalah bersaing dengan Chelsea dan hanya menduduki Runner Up, namun duet Henry dan Bergkamp sukses meraih Juara FA Cup musim 2004/2005.Di Final Arsenal sukses menaklukkan Manchester United 5-4 melalui drama adu penalti.
Pada musim 2005/2006 di bawah bimbingan Bergkamp, Henry sukses melampaui Ian Wright sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Arsenal, dan bukan kebetulan bahwa Henry dan Wright sebelumnya, mencapai rekor mengesankan ini dengan Bergkamp sebagai pemberi umpan. Namun, hal itu bukan untuk meremehkan bakat Henry sebagai individu.
Henry mencetak 25 dan 27 gol liga dalam dua musim terakhir bersama Bergkamp dan memperkuat statusnya sebagai salah satu pencetak gol terhebat sepanjang masa. Sayang pada akhir musim Arsenal gagal meraih gelar.Pencapaian terbaik Arsenal pada akhir musim 2005/2006 ini adalah lolos ke Final Champions League.Sayang di final mereka takluk 1-2 dari Barcelona.
Musim 2005/2006 ini juga menjadi musim terakhir kebersamaan Thierry Henry dengan Dennis Bergkamp di Arsenal.Dennis Bergkamp memutuskan pensiun sebagai pesepakbola profesional setelah 11 tahun bermain bersama Arsenal. Muim 2005/2006 ini juga menjadi era terakhir Arsenal bermarkas di Highbury.Musim berikutnya Arsenal akan bermain di Emiarets Stadium yang lebih modern dan megah.
Pada 22 Juli 2006, sebuah pertandingan penghormatan diadakan untuk Bergkamp di Emirates Stadium. Arsenal bermain melawan klub lamanya, Ajax. Bergkamp memulai pertandingan bersama ayahnya, Wim, dan putranya, Mitchel. Babak pertama dimainkan oleh anggota skuad Arsenal dan Ajax musim 2005/2006, sementara babak kedua dimainkan oleh mantan pemain terkenal dari kedua tim, termasuk Ian Wright, Patrick Vieira, Marc Overmars, Emmanuel Petit, dan David Seaman untuk Arsenal dan Johan Cruyff, Marco Van Basten, Frank Rijkaard, Danny Blind, Frank dan Ronald de Boer untuk Ajax. Arsenal memenangkan pertandingan 2–1 dengan gol dari Henry dan Nwankwo Kanu. Klaas-Jan Huntelaar sebelumnya membuka skor untuk Ajax, menjadikannya pencetak gol pertama di Emirates Stadium.
Henry terlihat begitu haru saat menyalami Bergkamp sesusai pertandingan. Momen emosional terlihat ketika Patrick Vieira dan Thierry Henry membopong Bergkamp seusai pertandingan diiringi aplaus dari seluruh penonton yang hadir di Emirates Stadium.
Di akhir pertandingan Henry berkata : “Bergkamp adalah alasan mengapa saya menjadi pemain hebat. Saya sangat kagum dengan dedikasi, etos kerja, dan profesionalismenya di dalam dan luar lapangan,” ujar Henry.

Kombinasi visi brilian Bergkamp dan kecepatan serta ketajaman Henry menghasilkan 177 gol dari 216 pertandingan yang mereka jalani bersama di Arsenal. Bergkamp menganggap Henry adalah striker yang luar biasa cerdas dan mematikan. Ia sangat senang bisa menjadi rekan duetnya. Menurutnya, Henry adalah sosok pembeda yang bisa memenangkan pertandingan, dan Bergkamp dengan senang hati berperan sebagai pelayan atau penyalur umpan (ia mengistilahkannya sebagai pemain yang mengisi suara latar/backing vocals) demi kesuksesan Henry.
Beberapa tahun kemudian dalam sebuah acara di televisi. Henry ditanya tentang siapa sosok rekan terbaiknya dalam karir sepakbola. Tanpa ragu Henri menjawab Dennis Bergkamp sebagai rekan terbaiknya. Henry menilai kecerdasan taktik, sentuhan bola, dan visi Bergkamp sangat luar biasa.
Sebagai bentuk penghargaan pada 9 Desember 2011 patung Thierry Henry diresmikan di kompleks Emirates Stadium. Demikian juga pada 22 desember 2014 patung Dennis Bergkamp juga diresmikan di kompleks Emirates Stadium.Ini merupakan penghormatan atas kiprah Henry dan Bergkamp pada kejayaan Arsenal.
Selain Henry dan Bergkamp di kompleks Emirates Stadium juga berdiri patung Tony Adams, Arsene Wenger, Herbert Chapman dan Ken Friar sebagai bentuk penghargaan Arsenal atas dedikasi mereka untuk Arsenal.





