Oleh : Indra Efendi Rangkuti

MEDANSPORT.ID – MEDAN – Mario Alberto Quinones Alarcon atau dikenal dengan nama Mario Alberto lahir di Chili 20 Mei 1979 adalah Centre Back yang memperkuat PSMS 2004-2006.

Mario Alberto mengawali karirnya di tanah kelahirannya dengan bermain di Coquimbo Unido di Chilean Primera División (Liga Utama Chili). Di klub ini Mario Alberto bermain dari tahun 1999 – 2002.Mario kemudian melanjutkan karirnya dengan bermain di Club Deportivo Corporación Arturo Fernández Vial yang bermain di Campeonato Primera B (Divisi II Liga Chili), Di klub ini Mario bermain dari tahun 2003 sampai 2004.

Maraknya pesepakbola Chili yang bermain di Liga Indonesia membuat Mario tertarik mencoba peruntungan untuk bermain di Indonesia. Dan akhirnya pada Desember 2004 Mario Alberto berlabuh di PSMS Medan yang waktu itu dilatih oleh Sutan Harhara. Di PSMS Medan ini pula Mario bermain bersama rekan – rekan senegaranya seperti : Luis Eduardo, Alejandro Tobar, Christian Gonzales dan Christian Carrasco.

Mario Alberto memulai debutnya di PSMS pada Piala Emas Bang Yos II Februari 2005. Penampilannya yang apik sebagai libero berduet dengan Restu Kartiko membuat lini belakang PSMS menjadi kokoh dan sulit ditembus. Kekokohan lini belakang ini turut berandil besar membawa PSMS menjadi Juara setelah di Final mengalahkan Geylang United 5-1.

Mario Alberto dan rekan – rekannya merayakan keberhasilan PSMS menjadi Juara Piala Emas Bang Yos II Februari 2005 setelah di Final menaklukkan Geylang United 5-1

Pada Liga Indonesia Tahun 2005 Mario menjadi pilihan utama pelatih Sutan Harhara bersama Restu Kartiko sebagai centre back. Demikian pula ketika Mario Alberto tampil bersama dengan Restu Kartiko dan Reswandi dalam formasi 3 centre back. Selain piawai dalam mengawal lini belakang, Mario Alberto juga punya kemampuan untuk naik membantu serangan. Tak jarang umpannya menjadi assist bagi terciptanya gol,

Penampilan apiknya membuat PSMS menjadi tim papan atas pada musim itu. Pergantian pelatih di tengah musim dari Sutan Harhara kepada M. Khaidir tidak membuat posisinya tergeser. Mario turut berperan besar membawa PSMS lolos ke 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia. Dan pada akhirnya PSMS menempati peringkat IV Divisi Utama Liga Indonesia 2005 setelah di perebutan peringkat ke-3 kalah dari PSIS 1-2.

SKUAD PSMS DI PIALA EMAS BANG YOS II TAHUN 2005 Berdiri, ki-ka : Restu Kartiko, Alejandro Tobar, Mahyadi Panggabean, Mario Alberto, M. Halim dan Christian Carrasco. Jongkok, ki-ka : Rusdianto, Christian Gonzalez, Eka Miharwiyanto, Luis Eduardo dan Reswandi

Mario Alberto juga turut berperan besar membawa PSMS melangkah jauh di Copa Dji Sam Soe (Piala Indonesia) 2005. Sayang langkah PSMS terhenti di Semifinal setelah kalah dari Persija.

Pada Piala Emas Bang Yos III Desember 2005 Mario Alberto tetap mengawal lini belakang PSMS. Duetnya dengan Restu Kartiko membuat lini belakang PSMS berdiri kokoh dan akhirnya  berperan besar membawa PSMS menjadi Juara setelah di Final mengalahkan Persik Kediri 2-1.

Pada Divisi Utama Liga Indonesia 2006 Mario tetap menjadi pilihan utama pelatih M. Khaidir. Duetnya bersama Restu Kartiko maupun bintang muda PSMS waktu itu Fadly Hariri membuat lini belakang PSMS solid dan kokoh.

Sayang kondisi tim yang tidak stabil pada pertengahan musim yang berujung pergantian pelatih dari M. Khaidir kepada Rudi Saari membuat PSMS gagal lolos ke babak 8 Besar Liga Indonesia 2006 karena hanya menduduki peringkat ke-5 Wilayah I

Walaupun begitu Mario masih mampu membawa PSMS lolos ke Semifinal Copa Dji Sam Soe 2006.Sayang langkah PSMS terhenti di Semifinal setelah takluk dari Arema Malang.

PSMS DI LIGA INDONESIA 2005.
Berdiri ki-ka : Reswandi,Mario Alberto,Alejandro Tobar,Mahyadi Panggabean, M.Halim, Christian Carrasco.
Jongkok ki-ka : Restu Kartiko, Rusdianto, Eka Miharwiyanto, Luis Eduardo dan Christian Gonzalez

Mario Alberto juga adalah sosok yang dekat dengan suporter PSMS. Tak jarang dirinya kumpul bareng bersama para penggemar PSMS.

Semifinal Copa Dji Sam Soe 2006 adalah ajang terakhirnya bersama PSMS karena PSMS kemudian memutuskan untuk mengontrak centre back asal Liberia yang tampil apik bersama Persekabpas Pasuruan Murphy Kumonple Nagbe.

Usai dari PSMS Medan, pada awal 2007 Mario Alberto nyaris bergabung dengan Semen Padang. Pelatih Semen Padang Sutan Harhara yang pernah menanganinya di PSMS tertarik dengan kemampuannya dalam mengawal lini belakang dan merekomendasikannya untuk direkrut oleh Semen Padang. Sayang walau sempat latihan bersama Semen Padang, Mario Alberto urung bergabung dengan Semen Padang akibat tidak adanya kesepakatan kontrak antara Semen Padang dengan agen yang menaunginya.

Kegagalan bergabung dengan Semen Padang membuat Mario kecewa dan pulang ke Chili, Dirinya akhirnya memutuskan mundur dari sepakbola. Mario kemudian memulai karir baru sebagai bagian dari Marketing Department produsen alat – alat olahraga PUMA di Chili.

PSMS 2006
Susunan pemain:
Berdiri ki-ka : Reswandi ,Agus Cima, Mbom Julien, Alejandro Tobar, Mario Alberto dan Markus Horison Ririhina
Jongkok ki-ka : Legimin Raharjo, Saktiawan Sinaga, Supardi Nasir, Alcidio Fleitas dan Mahyadi Panggabean.

Dan kini setelah mundur dari PUMA, Mario Alberto mengelola perusahaan pakaian olahraga di Chili. Dan hingga kini kecintaannya kepada PSMS Medan tidak luntur dan berharap suatu saat bisa kembali ke Medan dan Indionesia untuk bertemu dengan para pecinta PSMS.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan