MEDANSPORT.ID-MEDAN-Jerman akan berhadapan dengan Denamrk di pertandingan babak 16 Besar Piala Eropa 2024 (Euro 2024). Pertandingan Jerman dengan Denmark ini akan digelar pada Minggu, 30 Juni 2024, pukul 02.00 WIB di Signal Iduna Park Dortmund,Jerman.
Jerman lolos ke babak 16 besar Euro 2024 sebagai Juara Grup A. Jerman lolos usai menang 2-0 atas Hungaria,menang 5-1 dari Skotlandia dan imbang 1-1 dengan Swiss. Denmark lolos ke babak 16 besar Euro 2024 sebagai Runner Up Grup C di bawah Inggris. Denmark lolos setelah bermain imbang 1-1 dengan Slovenia,imbang 1-1 dengan Inggris dan di laga terakhir bermain imbang 1-1 dengan Serbia.
Dikutip dari berbagai sumber Timnas Jerman dan Denmark tercatat sudah pernah bertemu 28 kali di semua ajang. Dalam pertemuan tersebut Jerman unggul head to head dengan 15 kemenangan. Sedangkan Denmark hanya meraih 8 kemenangan dan 5 kali pertemuan berakhir imbang.
Catatan pertemuan kedua tim di putaran final Piala Eropa memang hanya terjadi di tiga pertandingan. Jerman unggul dengan dua kemenangan dan Denmark hanya sekali menang. Namun satu – satunya kemenangan Denmark atas Jerman di Piala Eropa tersebut diraih dengan fenomenal.
Momen itu terjadi di Piala Eropa 1992 yang digelar di Swedia. Jerman saat itu adalah unggulan untuk menjadi juara karena berstatus Juara Piala Dunia 1990 di Italia. Walau saat itu Franz Beckenbauer tidak lagi menangani Jerman dan digantikan oleh asistennya di Piala Dunia 1990 Berti Vogts dan Lothar Matthaus tidak tampil akibat cedera tidak melunturkan status Jerman sebagai unggulan. Apalagi 6 pemain Jerman yang menjadi starter di final Piala Dunia 1990 kembali menjadi starter di Euro 1992, yakni Bodo Illgner, Jürgen Kohler, Guido Buchwald, Andreas Brehme, Thomas Hässler, dan Jürgen Klinsmann. Belum lagi nama-nama seperti Stefan Effenberg, Matthias Sammer, Stefan Reute,Thomas Helmerr dan Karl-Heinz Riedle.
Apalagi Denmark saat itu tampil di Euro 1992 sebagai pengganti Yugoslavia yang dilarang tampil akibat konflik etnis dan perang saudara yang melanda Yugoslavia saat itu. Walau tampil mengesankan sepanjang penyisihan grup dan menaklukkan favorit juara lainnya sekaligus juara bertahan Belanda di Semifinal tidak membuat Denmark yang dilatih Richard Moller Nielsen diunggulkan untuk menaklukkan Jerman di Final.
Ternyata Denmark tampil trengginas dan membuat Jerman tak berkutik hingga akhirnya membuat Jerman takluk 2-0 lewat gol yang dicetak John “Faxe” Jensen dan Kim Vilfort sekaligus membuat Denmark meraih Juara Piala Eropa 1992. Tentu momen indah ini akan terpatri dalam benak para pemain Denmark kala menghadapi Jerman di babak 16 besar nanti.
Apalagi skuad Denmark sudah menegaskan bahwa mereka tidak takut dengan nama besar Jerman apalagi dengan publik Jerman sebagai tuan rumah yang tentunya bakal mensupport penuh skuad Jerman di Dortmund nanti. Apalagi skuad Denmark di Euro 2024 ini masih didominasi oleh skuad Denmark yang sukses membawa Denmark lolos ke Semifinal Euro 2020 lalu. Tentu mental bertanding skuad Denmark sudah teruji di fase gugur turnamen besar seperti Piala Eropa ini.
Walau tampil gemilang di babak penyisihan grup dengan sukses menjadi Juara Grup A, Jerman jelas tidak boleh menganggap remeh Denmark. Tim asuhan Kasper Hjulmand ini memang tidak meraih satu pun kemenangan di laga fase grup dan hanya mampu bermain imbang di 3 laga yang mereka lalui namun, keberhasilan mereka menahan imbang Inggris membuktikan Denmark adalah salah satu tim yang layak diperhitungkan di Euro 2024 ini.
Apalagi ada fakta menarik bahwa tim yang tidak pernah meraih kemenangan di fase penyisihan grup justru mampu menjadi Juara Piala Eropa.Momen itu terjadi di Piala Eropa 2016 di Prancis. Portugal tidak mampu meraih kemenangan di babak penyisihan grup bahkan lolos ke fase gugur berstatus salah satu peringkat 3 terbaik. Tetapi pada akhirnya justru Portugal yang sukses menjadi Juara Piala Eropa 2016 setelah di final menaklukkan tuan rumah Prancis 1-0.
Tentu ini bakal menjadi motivasi tambahan bagi Denmark untuk mengikuti jejak Portugal tersebut. Salah satu bintang Jerman, Nico Schlotterbeck kepada media mengungkapkan Denmark harus diwaspadai oleh Jerman. Apalagi menurutnya Denmark memiliki beberapa pemain yang punya kualitas mumpuni seperti Jonas Wind yang merupakan pemain lincah dengan pergerakan bagus lalu Rasmus Højlund punya kecepatan dan tahu cara memanfaatkan kekuatan tubuhnya serta Christian Eriksen yang punya sentuhan sempurna.
Untuk bisa meruntuhkan tembok Jerman, Denmark tentu akan menurunkan skuad terbaiknya. Kabar bagus bagi Kasper Hjulmand karena mayoritas pemainnya dikabarkan fit untuk tampil di laga melawan Jerman nanti.
Jonas Wind dan bintang Manchester United Rasmus Højlund diprediksi masih akan menjadi andalan di lini depan untuk menggedor pertahanan Jerman. Apalagi Jonas Wind bermain di Bundesliga bersama VfL Wolfsburg. Tentu Wind sudah cukup hafal dengan karakter permainan para pengawal lini belakang Jerman. Selain dengan Hojlund, Wind juga bisa diduetkan dengan Andreas Skov Olsen, Kasper Dolberg, atau Yussuf Poulsen. Yussuf Poulsen bahkan punya kenangan manis kala pertemuan terakhir Denmark dengan Jerman pada 3 Juni 2021 lalu. Kala itu Yussuf Poulsen tampil gemilang dengan mencetak gol balasan yang menyelamatkan Denmark dari kekalahan. Apalagi Yussuf Poulsen juga bermain di Bundesliga bersama klub RB Leipzig. Tentu dirinya juga sudah cukup faham dengan gaya bermain para bek Jerman.Bahkan Yussuf Poulsen pernah dilatih oleh Julian Nagellsman yang kini melatih Timnas Jerman di RB Leipzig.Tentu taktik dan strategi Nagellsman sudah sangat difahami oleh Yussuf Poulsen.
Pemain lain seperti Christian Eriksen, Joakim Mæhle, Joachim Andersen, serta pemain senior seperti Kasper Schmeichel, Simon Kjaer dan Pierre-Emile Højbjerg juga masih ada dalam skuad.
Sayangnya, gelandang Morten Hjulmand harus absen di laga ini karena akumulasi kartu kuning. Padahal peranan bintang Sporting Lisbon ini sangat penting mengingat ia selalu menjadi pilihan utama di tiga laga fase grup. Hjulmand juga yang mencetak gol balasan ke gawang Inggris kala Inggris menahan imbang Inggris di laga penyisihan grup C. Ada kemungkinan Christian Thers Nørgaard akan ditunjuk menggantikan peran Morten Hjulmand di laga ini.
Jerman sendiri bukan tanpa masalah saat menghdapi Denmark nanti. Jerman menghadapi masalah besar di lini belakang karena bintang Bayer Leverkusen Jonathan Tah dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning dan centre back Real Madrid Antonio Rüdiger kemungkinan absen karena mengalami cedera paha. Ini tentu menjadi pukulan berat bagi Jerman di babak 16 besar ini karena keduanya terbukti cukup kokoh mengawal lini pertahanan Jerman selama penyisihan grup.
Solusi harus segera dicari oleh Julian Nagelsmann sebagai pelatih. Bintang Borussia Dortmund Nico Schlotterbeck dan bintang Eintracht Frankfurt Robin Koch bisa dikedepankan meski Nagelsmann juga punya opsi memainkan bintang Borussia Dortmund lainnya Emre Can di posisi tersebut serta centre back VfB Stuttgart Waldemar Anton. Duet Nico Schlotterbeck dan Emre Can mungkin akan ditampilkan mengingat laga akan dimainkan di Signal Iduna Park yang merupakan kandang Borussia Dortmund.Tentu mereka sudah sangat familiar bermain disana dan tentunya bakal makin disupport oleh publik Dortmund.
Di lini depan striker Arsenal Kai Havertz tampaknya akan tetap menjadi pilihan utama di lini depan Jerman. Namun penampilan apik yang ditunjukkan striker Borussia Dortmund Niclas Fullkrug kala bermain melawan Swiss dan mampu mencetak gol balasan yang menyelamatkan Jetman dari kekalahan bisa saja nembuat dirinya menjadi starter apalagi Jerman bermain di kandang Borussia Dortmund di laga ini.
Pertandingan Jerman dengan Denmark ini juga akan menjadi adu ketangkasan 2 kiper senior yang mengawal gawang masing – masing. Manuel Neuer dan Kasper Schmeichel yang sama – sama sudah berusia 38 tahun masih cukup tangguh di bawah mistar. Keduanya bahkan sama – sama baru kebobolan 2 gol di penyisihan. Tentu menarik menyaksikan aksi kedua kiper senior ini.Khusus Kasper Schmeichel tentu termotivasi untuk menyamai prestasi ayahnya kiper legendaris Denmark Peter Schmeichel yang pada Euro 1992 sukses membuat frustrasi para pemain Jerman di Final Euro 1992 dan membuat Jerman takluk 0-2 . Tentu Kasper Schmeichel ingin mengikuti jejak ayahnya dengan membuat Jerman takluk di kandangnya sendiri dalam laga 16 besar ini.
Pertandingan saya prediksi akan berjalan menarik dengan adanya aksi perang terbuka diantara kedua tim dalam membangun serangan. Jerman sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi setelah meraih hasil gemilang di penyisihan grup dan mendapat dukungan penuh dari publik selaku tuan rumah. Dennark sedang berusaha bangkit untuk meraih kemenangan pertama di Euro 2024 ini setelah hanya meraih hasil imbang selama penyisihan grup. Sebuah laga yang tidak mudah bagi Jerman namun Jerman sedikit diunggulkan untuk menang atas Denmar di laga 16 Besar ini.
Namun jika laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu bahkan adu penalti maka Denmark akan lebih berpeluang untuk menang sekaligus melangkah ke 8 besar.
