MEDANSPORT.ID – MEDAN – Naluri tajam Karel Mainaky sebagai pelatih terlihat hasilnya hari ini di Final Ganda Putri Australia Open 2025.
Sepeninggal Greysia Polii yang mundur pada 12 Juni 2022,sektor ganda putri Indonesia memang mengalami kemunduran. Pasangan ganda putri yang ada cenderung tidak stabil prestasinya.
Kehadiran Karel Mainaky pada 15 April 2025 sebagai pelatih ganda putri Indonesia membawa harapan baru kebangkitan ganda putri Indonesia.
Adik bungsu dari Reony dan Rexy Mainaky ini telah terbukti kesuksesannya ketika menangani ganda putri Jepang selama bertahun – tahun.
Pada Agustus 2025 setelah melakukan evaluasi sejak April 2025 Karel Mainaky melakukan perombakan dan penyegaran di sektor ganda putri.
Empat pasangan barupun dibentuk olleh Karel Mainaky. Keempatnya adalah Febriana Dwipuji Kusuma/ Meilysa Trias Puspitasari, Amalia Cahaya Pratiwi/ Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/ Febi Setianingrum dan Apriyani Rahayu kembali diduetkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti

Pada awalnya Febi Setianingrum berduet dengan Apriyani Rahayu dan Rachel Allessya Rose berduet dengan Meilysa Trias Puspitasari.Sedangkan Febriana Dwipuji Kusuma berduet dengan Amalia Cahaya Pratiwi.
Prestasi kedua pasangan inipun naik turun sebagai ganda putri baru hasil rombakan PBSI sejak mereka melakukan debut di Hongkong Open 2025 pada September 2025 lalu
Walau demikian perlahan tapi pasti duet Febi/Rachel dan Febriana/Meylisa mulai menunjukkan grafik meningkat
Karel Mainaky melihat Febi Setianingrum yang juga adik dari bintang ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah ini memiliki serangan tajam mematikan melalui smash keras dan dropshot yang akurat serta kemampuan mengcover lapangan. Sedangkan Rachel Allesya Rose memiliki permainan net yang ciamik dan sergapan – sergapan akurat di depan net. Febriana Dwipuji Kusuma dengan pengalamannya mampu membimbing yuniornya Meilysa Trias Puspitasari.
Potensi itulah yang dinilai Karel Mainaky akan membuat Febi/Rose dan Febriana/Meylisa akan sukses jika diduetkan.
Hasilnyapun terlihat di Australia Open 2025 yang berlangsung 18 – 23 November 2025 ini. Febi/ Rachel mulai menunjukkan mereka punya potensi menjadi ganda putri terbaik Indonesia. Keduanya bisa saling mengisi di lapangan. Sesuatu yang tidak mereka dapatkan dengan pasangan mereka sebelumnya
Demikian juga dengan Febriana dan Meylisa yang makin padu. Hal yang membuat Karel Mainaky mulai tersenyum melihat anak asuhannya mulai merekah.
Febi/Rachel tampil mantap sejak babak awal dan lolos ke Final dengan meyakinkan. Di Final Febi/ Rachel berhadapan dengan rekannya Febriana/ Meylisa.
Pertarungan ini adalah pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Walau demikian keduanya sudah saling mengenal permainan masing – masing. Apalagi Rachel sebelumnya adalah pasangan Meylisa.
Febriana Dwipuji Kusuma juga dalam motivasi tinggi karena pada 2024 dirinya yang kala itu berduet dengan Amalia Cahaya Pratiwi adalah sang juara ganda putri Australia Open 2024. Apalagi duetnya dengan Meylisa juga “on fire” di Australia Open 2025 ini.
Berhadapan di Final Australia Open 2025 Febi/ Rachel dan Febriana/ Meylisa menunjukkan skill tinggi dan kekuatan mental yang luar biasa. Keduanya bertarung ketat dan menunjukkan semangat pantang menyerah. Aksi mereka bahkan mendapat aplaus dari penonton yang hadir di arena.
Di set pertama Febriana/ Meylisa sempat unggul jauh dan sepertinya bakal menang mudah. Namun usai interval Febj/ Rachel berhasil keluar dari tekanan dan sempat mendekati Febriana/ Meylisa dengan skor 17-19. Namun Febriana/Meylisa berhasil menutup set pertama dengan kemenangan 21-18.
Di set kedua Febriana/ Meylisa sukses mencecar Febi/ Rachel dengan serangan – serangan mematikan. Namun Febi/ Rachel berhasil bangkit dan Febi/ Rose memenangkan set kedua dengan skor 21-19.
Di set ketiga baik Febi/ Rachel dan Febriana/ Meylisa tampil luar biasa dan saling kejar mengejar angka. Febi/ Rachel sempat unggul 20-18 namun Febriana/ Meylisa berhasil mengejar menjadi 20-20 bahkan menikung dengan 21-20. Namun akhirnya Febi/ Rachel bangkit dan akhirnya sukses menaklukkan Febriana/ Meylisa 23-21 sekaligus memastikan Febi Setianingrum/ Rachel Allesya Rose menjadi Juara Ganda Putri Australia Open 2025.
Begitu pukulan tajam Rachel Allesya Rose tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Meylisa Trias Puspitasari meledaklah keharuan pada diri Febi dan Rachel. Keduanya menjatuhkan diri di lapangan sambil menangis haru diiringi tepuk tangan neriah dari para penonton. Dengan sportif Febriana mendatangi kedua yuniornya tersebut dan merangkul keduanya dengan hangat. Begitu juga dengan Meylisa yang dengan hangat memeluk Febi dan Rachel yang sama – sama rekan seangkatannya di Pelatnas itu.
Dengan usia Febi dan Rachel yang sama – sama masih 21 tahun tentu besar harapan pecinta bulutangkis Indonesia mereka akan terus berkibar di turnamen – turnamen selanjutnya yang mereka ikuti.

Selain ganda putri dunia bulutangkis Indonesia kembali dibuat tersenyum di Australia Open 2025 ini. Tunas baru ganda putra Indonesia pasangan Raymond Indra/ Nikolaus Joaquin sukses menjadi Juara Ganda Putra setelah di Final menaklukkan seniornya pasangan M. Shohibul Fikri/ Fajar Alfian dengan rubber set 22-20,10-21 dan 21-18.
Dengan usia yang masih 21 dan 20 tahun Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang dibentuk dan dibina oleh pelatih Chafidz Yusuf ini akan menjadi tumpuan baru kebangkitan ganda putra Indonesia yang sempat meredup pasca mundurnya pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Selamat Febi Setianingrum/ Rachel Allesya Rose dan Raymond Indra/ Nikolaus Joaquin. Semoga ini menjadi awal baik bagi kalian untuk terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia di pentas bulutangkis dunia.






