Perlakuan suporter ini tidak hanya sebatas itu. Usai pertandingan Ceh digendong ke pundak dirijen SMeCK usai pertandingan dan diarak ke arah tribun timur untuk bersapa dengan suporter. Pemain berusia 34 tahun ini melambaikan tangan dan aplaus untuk suporter.
Selepas dari tribun timur kanan yang ditempati SMeCK. Kemudian Ceh berjalan ke arah tribun timur kiri yang ditempati KAMPAK FC, suporter PSMS lainnya. Ceh juga memberikan tepuk tangan untuk suporter. Sambil dikerumuni banyak fans anak-anak yang sudah menyemut di lapangan, Ceh tetap berjalan. Kali ini, ke arah tribun utara yang ditempati suporter PSMS lainnya, yaitu PSMS Fans Club (PFC).
Ceh kembali menaikkan kedua tangannya dan bertepuk tangan ke arah mereka. Ceh sendiri sempat meneteskan air mata haru dan begitu terkesan akan cinta supporter PSMS kepadanya. Baginya itu adalah kehormatan yang tidak terlukiskan dengan kata – kata dan sangat berarti dalam hidupnya.

Walau Cuma sebentar tapi Ceh merasa dirinya begitu dihormati oleh para supporter PSMS dan diterima dengan penuh kehangatan. Selepas dari PSMS Medan Nastja Ceh kemudian pindah ke Thanh Hoa Football Club di Vietnam dan dia bermain di sana sampai 2014. Kemudian dia kembali ke Slovenia dan bermain di klub awal karirnya yaitu Drava Ptuj hingga 2018.
Seusai mundur sebagai pesepakbola,Nastja Ceh dipercaya menjadi Presiden Klub Drava Ptuj.Prestasi dan kharismanya yang kuat membuat dirinya dipercaya mengemban jabatan tersebut. Bagi Ceh hanya PSMS lah satu – satunya klubnya di Indonesia dan sampai kapan pun cinta para fans PSMS untuknya akan dikenang dalam hati dan jiwanya. (***)
