“Beliau (Jokowi) menanyakan kapan target. Saya sudah sampaikan 2024, dan tahun ini ada APRC. Beliau merespons dan tanggapi dengan baik dan mengatakan akan kita laksanakan event ini. Mudah-mudahan WRC pada 2024 terlaksana,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut BPODT Jimmy B Panjaitan menjelaskan persiapan pelaksanaan F1H2O Danau Toba hingga saat ini berjalan lancar. Menurutnya, jumlah pengunjung yang akan menyaksikan langsung F1H20 mencapai 20 ribu orang dan diperkirakan hotel-hotel di kawasan Danau Toba tidak mampu menampung.

Untuk mengatasi hal ini, BPODT bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun melakukan edukasi dan melatih warga yang rumahnya dijadikan homestay.

“Berdasarkan data di Balige terdapat 21 hotel dengan jumlah kamar sebanyak 564. Hotel kawasan Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun, ada 11 dengan jumlah kamar 774, dan Kabupaten Samosir 4 hotel dengan jumlah kamar 261. Kita (BPODT) mengambil peran mendukung, promosi, kita bantu penyelenggaraan, side event, dan mendorong homestay,” ungkapnya.

Dia juga berharap gelaran rally bisa terus hadir di Danau Toba, khususnya WRC 2024 mendatang. “Pak Ijeck ini, beliau menepati setiap langkah-langkah dan rencana yang beliau sampaikan, saya sampaikan saya yakin WRC pasti bisa hadir lagi 2024 mendatang,” katanya.

Menanggapi soal rally, Ketua IMI Sumut Harun Mustafa Nasution menyampaikan rencananya akan ada satu series Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Asia Pasific Rally Championship (APRC), yang akan digelar pada September dan November 2023.

Harun mengungkapkan bahwa rally merupakan olahraga otomotif yang murah dibandingkan dengan MotoGP, yang memerlukan biaya besar untuk membangun sirkuit. Rally Danau Toba 2023 juga akan memberikan kontribusi besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pemerintah Kabupaten Simalungun mencatat PAD dari hotel selama rally Danau Toba 2022, lalu sebesar Rp 1 miliar lebih, belum yang lainnya,” akhirinya. (ril/mds)

Bagikan: