Selain itu, lanjutnya, ujian teknik hosinsul atau berpasangan dengan praktik teknik pukul, tendang, dan bantingan, serta sparing atau bertarung sesama level, termasuk siap berhadapan dengan rekan pria juga harus dilaluinya.
“Saya berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung saya, keluarga, rekan, Ketua Pengprov Pak Ijeck, Ketua Pengkot TI Medan Pak Dany, dan semua yang tidak tersebutkan di sini satu per satu. Juga terima kasih kepada seluruh rekan taekwondoin Sumut, termasuk rekan-rekan yang telah memberikan dukungan moril saat pelaksanaan UKT ini,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut ini.

Diakui Nurni, kehadiran taekwondoin perempuan di Sumut masih minim di level High DAN. Ia berharap ke depan akan lebih banyak lagi peserta High DAN perempuan di Sumut, sehingga ada regenerasi untuk pelatih taekwondo
perempuan senior.
Diketahui, ada 165 peserta yang mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) sabuk hitam mulai DAN I hingga DAN V. Kualifikasi DAN V adalah tingkatan kelima, masuk ke level tinggi (High DAN) di olahraga beladiri yang berasal dari Korea Selatan tersebut. Pelaksanaan UKT DAN V sistem online pertama digelar di Sumut. (ril/mds)





