Dua laga terakhir dijalani Indonesia dengan Thailand di final Piala AFF 2020 lalu. Dalam laga itu, Indonesia dihajar 0-4 pada leg I, lalu bermain imbang 2-2 pada Leg II. Timnas Indonesia bisa mengandalkan kecepatan di kedua sisi lapangan untuk membongkar pertahanan Thailand.
“Satu hal yang mesti terus dibenahi yaitu pengambilan keputusan di kotak penalti lawan harus lebih efektif dan tidak terburu-buru dalam hal finishing. Thailand memang selama ini menjadi momok dan batu sandungan buat Indonesia,” sebutnya lagi.
Namun begitu, pesan Indra Efendi Rangkuti, para pemain diharapkan tidak gugup mau pun gentar melawan Thailand. Mereka perlu menunjukkan semangat tarung yang sama dengan ketika melumat Brunei tujuh gol tanpa balas.
Faktor kandang juga bisa menjadi satu keuntungan. Dengan dukungan penuh para suporter di SUGBK nanti, Garuda tentu diharapkan mampu meraih hasil positif lawan Thailand.
Timnas Thailand datang ke Indonesia dengan rasa percaya diri dan target yang tinggi. Mereka ingin meraih poin penuh di depan pendukung Skuad Garuda.
Dengan kemampuan yang dimiliki, Thailand bakal menunggu serangan Indonesia. Cara bermain tersebut mengundang risiko, namun Pelatih Thailand Polking tampaknya sudah paham skuad tuan rumah belum benar-benar panas.
Thailand bakal menunggu kesalahan tuan rumah dan dengan dua-tiga sentuhan, menciptakan peluang. Seandainya gawang Thailand kebobolan lebih dulu, mereka pun siap bermain menyerang dan mengurung tim Merah Putih.
Timnas Indonesia cenderung akan bermain lebih menekan dan bakal menyerang dengan memaksimalkan kecepatan. Sedangkan Thailand kemungkinan akan bermain lebih taktis dan efektif. “Oleh karena itu Skuad Garuda perlu mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu untuk menekan barisan pertahanan Thailand dengan catatan lini belakang Indonesia wajib waspada dengan serangan balik Thailand,” tukasnya.
Dengan melihat data dan fakta ini, Indra Efendi Rangkuti memprediksi Indonesia bisa menang tipis atas Thailand. “Ya, minimal laga ini berakhir imbang,” akhirinya. (*)





