Dirangkum Kembali Oleh: Indra Efendi Rangkuti (Staf Tax Centre USU & Pemerhati Olahraga Sumut)

Mengenang ‘Duel’ Timnas Indonesia VS Uruguay 48 Tahun Silam

Aksi Anjas Asmara melewati hadangan bek Uruguay Mario Gonzalez (terjatuh) setelah menerima umpan Waskito dan akhirnya diselesaikan menjadi gol kedua untuk Indonesia oleh Anjas Asmara.

MEDANSPORT.ID - JAKARTA - Pada tanggal 19 April 1974, Indonesia kedatangan timnas Uruguay yang akan berlaga di Piala Dunia 1974. Tim Uruguay yang dilatih oleh Roberto Porta walau datang tidak full team tetapi membawa beberapa pemain kuncinya termasuk dua goal getter, Fernando Morena dan Juan Silva, gelandang serang Alberto Cardaccio dan Pedro Rocha yang beken ketika itu serta kiper tangguh Ladislao Mazurkiewicz dan Gustavo Fernandez.

Indonesia menyambut baik ujicoba ini karena yang dihadapi adalah salah satu negara kuat Amerika Latin yang sukses memenangkan Piala Dunia 1930 dan 1950. Sebelum pertandingan ini Timnas juga sempat menghadapi ujian karena tidak bisa memainkan Iswadi Idris yang tidak diizinkan oleh klubnya Western Suburbs untuk tampil.

Pertandingan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PSSI ke-44.Hadiah ulang tahun ini cukup mengejutkan bagi PSSI karena tim nasional Uruguay akan bertanding di bulan Juni 1974 pada Piala Dunia 1974 di Jerman.
Tim nasional Uruguay ini prestasinya sangat mengkilap karena waktu itu telah memenangi Piala Dunia 2 kali, Olimpiade 2 kali, Pan America Games 1 kali serta yang paling spektakuler memenangi Copa America 11 kali.

Apalagi hadiah ini secara tidak langsung atas rekomendasi Football Federation Australia (FFA), yang diminta pertimbangan oleh federasi sepakbola Uruguay (AUF) tentang kesebelasan nasional dari Asia Pasifik yang pantas menjadi lawan uji coba Urugay yang dijuluki “La Celeste” ini.

Australia merekomendasikan kesebelasan nasional Indonesia ketimbang kesebelasan nasional Selandia Baru, Burma (Myanmar sekarang) atau Malaysia. Australia menganggap tim nasional Indonesia yang disisihkannya di Pra Piala Dunia 1974 di Sydney beberapa bulan sebelumnya, merupakan tim papan atas Asia yang memiliki pemain-pemain berkualitas.

Selanjutnya 1 2 3