Namun, lanjutnya, Lionel Messi saja tidak cukup untuk membuat Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022. Prancis sedikit diuntungkan karena punya amunisi lebih banyak untuk menang. Ketika Kylian Mbappe kesulitan di semifinal, Prancis punya pemain seperti Antoine Griezmann yang bersinar.
Les Blues juga punya pemain seperti Ousmane Dembele yang punya kebiasaan tampil mengejutkan di momen-momen penting.Demikian jg dgn Marcus Thuram yang kerap mengejutkan ketika menjadi pengganti
“Argentina versus Prancis bukanlah duel yang asing lagi. Kedua tim sejak tahun 1930 total sudah bertemu 12 kali. Rinciannya, tiga kali pertemuan di Piala Dunia yakni sekali di babak grup dan dua kali di 16 besar. Sisanya, sembilan pertandingan sebagai laga uji coba,” urainya.
Secara head to head-nya, Prancis menang tiga kali, Argentina menang enam kali, dan tiga laga berakhir seri. Untuk di ajang Piala Dunia, Albiceleste menang dua kali dan Les Bleus menang sekali. Pertemuan terakhir terjadi di Piala Dunia 2018. Pada pertandingan babak 16 besar ini Argentina kalah dengan skor 3-4. Ini kekalahan pertama Argentina dari Prancis di Piala Dunia.
Tiga gol Argentina dalam laga itu diciptakan Angel Di Maria, Gabriel Mercado, dan Sergio Aguero. Adapun gol Prancis dimiliki Antoine Griezmann, Benjamin Pavard, dan dua gol Kylian Mbappe. Argentina dan Prancis bakal bermain dengan hati-hati di menit-menit awal pertandingan. Kedua tim tak akan cenderung membaca permainan lawan lebih dahulu.
Duel pemain di sisi kanan dan kiri masing-masing pertahanan tim bakal menarik untuk disaksikan di pertandingan ini. Di sisi kanan pertahanan Argentina, Nahuel Molina akan beradu skill dan kecepatan dengan Kylian Mbappe. Sementara di sisi kiri pertahanan Prancis, Theo Hernandez bakal beradu ketangkasan dengan Lionel Messi.
Selama Albiceleste tidak sepenuhnya memusatkan permainan pada Lionel Messi, kata Indra Efendi Rangkuti, lini belakang Prancis akan kesulitan. Argentina harus menjalankan sistem permainan yang variatif dan biarkan Messi menyesuaikan diri.





