Ramos yang semula diplot mengantikan peran Cristiano Ronaldo di lini serang, diprediksi akan mendapat menit bermain lebih di laga melawan Maroko. Ketajamannya jelas dibutuhkan di saat megabintang CR7 diragukan tampil optimal saat ini.

Sebaliknya, pengalaman Cristiano Ronaldo bisa saja menjadi pembeda bagi Portugal. Total, CR 7 telah bermain dalam 21 pertandingan Piala Dunia sejak 2006 lalu, dengan catatan 8 gol dan 2 assist . 1 gol ia ciptakan di turnamen ini lewat titik putih.

Sementara itu, permainan kolektif dan efektif Maroko bakal menjadi ujian berat bagi Portugal. Rata – rata di setiap pertandingan, Singa Atlas hanya menguasai bola sekitar 33 persen, sekaligus menjadi yang terendah kedua sepanjang turnamen.Ini terndah kedua setelah Kosta Rika. Di laga sebelumnya, mereka hanya memegang kendali 23 persen bola atas Spanyol.

“Serangan Singa Atlas bertumpu pada transisi cepat di lini sayap. Di sisi kanan, duet Hakim Ziyech dan Achraf Hakimi bakal menjadi momok bagi tim lawan,” imbuhnya.

Khusus bagi Ziyech yang menjadi inspirator tim Maroko. Penyerang Chelsea itu telah berkontribusi 1 gol bagi Maroko. Maroko bakal mengulang penampilan dengan menikmati pertandingan sebagai underdog dan lantas menyerang lawan secara tak terduga. Portugal dituntut mencetak gol untuk meruntuhkan kepercayaan diri Maroko yang terbukti bisa membuat Belgia, Kroasia, dan Spanyol melempem.

“Portugal diganggu persoalan panasnya ruang ganti dalam laga terakhir. Kabar perseteruan antara Ronaldo dan Pelatih Fernando Santos tentunya akan mempengaruhi performa keseluruhan pemain di lapangan. Jika ini bisa dimanfaatkan Maroko tentu ini akan berdampak negatif bagi Portugal apalagi Maroko sedang on fire,” ujarnya penuh kepastian.

Dengan fakta-fakta di atas, pengamat Olahraga Sumut ini, memprediksi duel Maroko dengan Portugal akan berlangsung sengit. “Portugal sedikit di atas angin namun jika berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti Maroko-lah yang sukses,” tandasnya. (*)

Bagikan: