Bahkan, Maroko belum kalah dari tiga laga penyisihan grup F. Mereka imbang 0-0 kontra Kroasia. Kemudian, menang 2-0 atas Belgia, dan mengandaskan Kanada 2-1 di laga penutup.

“Catatan itu jelas ancaman nyata bagi La Furia Roja. Tapi, di lain sisi, laga ini jadi ajang pembuktian kualitas Spanyol untuk menghentikan laju Maroko di Piala Dunia 2022,” imbuhnya.

Keberhasilan menjadi Juara Grup F menjadi bukti bahwa Maroko sudah teruji bahwa mereka merupakan salah satu tim yang paling siap menghadapi Piala Dunia 2022. Maroko juga hanya kebobolan satu gol, tanda bahwa mereka menyimpan potensi bahaya besar.Tentu pertahanan kokoh ini akan membuat laju serangan ala “tiki taka” khas Spanyol tersandung

Spanyol sendiri tampil labil dan malah menunjukkan grafik menurun stelah menang besar atas Kostarika di partai perdana penyisihan grup. Sisi kiri pertahanan Spanyol wajib waspada karena sektor tersebut rawan dieksploitasi oleh Hakim Ziyech dan Achraf Hakimi.

Tentu ini menjadi tugas besar bagi Luis Enrique untuk membenahi kelemahan yang masih ada pada skuad anak asuhnya ini.Apalagi sosok Hakim Ziyech yang asli didikan Ajax Amsterdam tentu sudah sangat faham model sepakbola tiki taka Spanyol yang diadopsi dari Barcelona karena tiki taka ini diadopsi dari konsep “Total Football” khas Ajax.

Dengan melihat fakta-fakta di atas Spanyol jelas layak diunggulkan untuk menang atas Maroko mengingat kwalitas skill individu para pemain Spanyol yang di atas bintang – bintang Maroko.

“Namun jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti maka Maroko berpotensi untuk membuat kejutan,” pungkas Indra Efendi Rangkuti mengulas pertandingan kedua tim. (*)

Bagikan: