Lalu, apa fungsinya kostum ketiga, jika kostum pertama dan kedua bisa saling menggantikan?
Jika seragam tandang tim tamu memiliki warna yang sama dengan seragam kandang tim tuan rumah, mereka akan diminta untuk memakai seragam ketiga mereka (yang idealnya, berbeda dengan seragam kandang dan tandang tim lawan).
Kebanyakan dari kita pasti berpikir bahwa tim tuan rumah harus mengenakan seragam kandang, namun itu tidak benar. Seorang juru bicara Liga Primer mengatakan bahwa terserah tim untuk memutuskan jersey apa yang ingin mereka pakai. Tapi jika ada kesamaan warna kostum, tim tamu yang harus mengalah. Oleh karena itu, tidak ada aturan yang mengatur bahwa tim tuan rumah harus selalu mengenakan seragam kandang.
Pada tahun 2013, Napoli memakai seragam ketiga atau jersey alternatif dalam laga Liga Champions melawan Arsenal alih-alih seragam kandang meskipun bermain sebagai tuan rumah karena mereka menganggap jersey alternatif sebagai keberuntungan.
UEFA juga dapat meminta klub untuk mengenakan jersey tertentu pada hari pertandingan. Misalnya, ketika Atletico Madrid menghadapi Barcelona dalam dua leg di perempat final Liga Champions 2015/16.
UEFA meminta agar kedua klub mengenakan jersey tandang mereka untuk menghindari bentrok warna kostum. Penggunaan warna jersey kontras akan memudahkan penglihatan wasit dan penonton.
Warna seragam kandang adalah atribut utama tim yang juga mewakili identitas klub. Warna seragam kandang biasanya tidak berubah setiap musim. Dan klub bisa menggunakan kombinasi warna yang sebelumnya sudah digunakan selama beberapa dekade dengan sedikit modifikasi di bagian desain kaos dan sponsor baru.
Sementara itu, tujuan utama adanya kostum tandang dan juga kostum alternatif adalah untuk memungkinkan pemain memainkan laga tanpa kebingungan karena banyak tim memiliki seragam kandang yang berwarna sama. Jadi bisa disimpulkan alasan warna jersey kandang dan tandang berbeda yakni untuk menghindari terjadinya kekacauan dalam pertandingan. (nt/mds)





