Menurut Sakir, para atlet dan ofisial yang terlibat pada Porprovsu 2022 berasal dari 32 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara. Kota Medan sebagai juara umum Porprovsu 2019, mengirimkan kontingen terbanyak dengan 239 atlet dan 58 ofisial.

“Kontingen terkecil Nias Barat dengan 6 atlet putra dan 2 ofisial. Sedangkan Nias Selatan tidak ikut serta, karena pengurus KONI-nya saat ini belum terbentuk,” ujarnya lagi.

Ditambahkannya, persiapan terus berjalan di masing-masing bidang, termasuk verifikasi anggaran yang diajukan Panpel 17 Cabor supaya tidak sesuai dengan sistem keuangan negara.

Ada pun 17 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprovsu 2022 adalah Atletik, Angkat Berat, Biliar, Binaraga, Bola Voli, Bulutangkis, Muaythai, Drumband, Karate, Pencak Silat, Tarung Derajat, Sepakbola, Taekwondo, Petanque, Tenis Meja, Tinju dan Wushu.

Terpisah, Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis kembali mengingatkan bahwa tujuan utama dari Porprovsu 2022 adalah sukses Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 saat Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh.

“Makanya kita mengharapkan penyelenggaraan Porprovsu 2022 ini bisa menjadi miniatur PON 2024. Jangan sampai ada kabupaten/kota yang bermasalah hingga merugikan Sumatera Utara nantinya,” tegas John Lubis. (ril/mds)

Bagikan: