Catatan MEDANSPORT.ID

Berdasarkan statistik MARCA, dalam laga semifinal Piala Super Spanyol kontra Barcelona, Real Madrid kalah penguasaan bola dengan 47 persen berbanding 53 persen. Demikian pula soal jumlah tembakan. Barca punya 20 tembakan (6 tepat sasaran) sedangkan Real Madrid 14 percobaan (8 mengarah gawang).

Menurut Carlo Ancelotti, statistik tersebut tidak lantas bisa menghakimi bahwa Real Madrid bermain tanpa identitas khas Spanyol. Bagi Don Carlo, gaya Madrid yang tidak terpaku pada satu mazhab, menyerang atau bertahan, membuat timnya luwes dalam menghadapi setiap lawan.

“Ada begitu banyak aspek dalam sepak bola: serangan balik, penguasaan bola, tekanan, bola mati. Saya sudah melatih di banyak negara. Di Italia, yang terpenting adalah organisasi pertahanan. Di Spanyol, semua tentang penguasaan bola dan di Inggris yang jadi kunci adalah kecepatan, intensitas, dan bola mati,” papar Ancelotti dikutip laman resmi Real Madrid.

“Anda harus bersiap untuk melakukan banyak hal dengan baik dan tidak memiliki satu identitas adalah kekuatan tim, bukan kelemahan,” tambahnya.

Madrid selalu menang dengan margin 1 gol dalam 3 laga terakhirnya melawan Bilbao di semua kompetisi. Madrid menang 16 kali dan cuma kalah 1 kali dalam 19 laga terakhirnya di semua kompetisi.

Madrid selalu gagal clean sheet dalam 5 laga terakhirnya di semua kompetisi. Bilbao tak terkalahkan dalam 4 laga terakhirnya di semua kompetisi. Bilbao cuma menang 4 kali dalam 14 laga terakhirnya di semua kompetisi. (int/sumber)

Bagikan: