T: Ke cabang olahraga apa ditawarkan pihak NPC Sumut saat itu.
MJ: Karena kawan-kawan yang datang ke rumah atlet angkat berat, dan saya pun diberi kesempatan untuk cabang olahraga angkat berat. Jadi, dari tahun 2015 itu saya mulai berlatih dan alhamdulillah saya betah di NPC Sumut.

T: Torehan prestasi, sejak bergabung di 2015, kira-kira tahun berapa?
MJ: 2015 saya bergabung, setahun kemudian saya mengukuti pertandingan di Peparnas, itu tahun 2016. Saya mendapatkan perak. Kemudian Kejurnas 2017, saya menyumbangkan 1 emas. Di Peparprovsu, saya meraih juara 1. Saya juga sempat ditawarkan untuk beralih cabang olahraga oleh Ketua NPC Sumut, bapak Alan Sastra Ginting.

T: Cabor apa saat!
MJ: Pak Ali Sastra Ginting menyuruh saya untuk bergabung di balap roda. Tapi, ya itu tadi, usia saya kan ngak muda lagi. Di situ saya berpikir dan bilang sama Pak Ali Sastra Ginting agar saya tetap bertahan di angkat berat saja. Dan rupanya di angkat berat juga peluangnya kecil. Lalu saya kembali disarankan ke atletik.

T: Apakah Mak Jul menerima saran itu?
MJ: Sebenarnya saya tertarik. Kan di atletik lebih luas lagi cabang olahraganya. Tak salah toh mencoba? Di atletik itu saya ada tiga 3. Untuk lempar lembing, cakram dan tolak peluru. Peluangnya lebih besar dan saya anggap itu sebagai tantangan.

Alhasil, pengidola Band Exist dan Noah ini tak menampik untuk beralih ke Cabor Altetik. Di atletik tiga nomor tersebut akan menjadi ‘lahapan’ Mak Jul dalam pelatihan.

T: Sebegitu besar kepercayaan NPC Sumut kepada Mak Jul untuk mengalihkan cabor angkat berat ke atletik?
MJ: Apapun ceritanya, yang namanya amanah harus kita jalankan. Apalagi ini kan harapan serta pengharapan NPC Sumut serta warga Sumut khususnya. Pasti tanggung jawab yang dibebankan di pundak saya ini harus saya pikul. Dan NPC Sumut mempercayakan saya untuk bertanding di Peparnas Papua tahun ini.

T: Apa target Mak Jul di Peparnas Papua nanti.
MJ: Target saya memberikan hasil yang terbaik buat NPC Sumut dan warga Sumut. Dan saya meyakini tangan dingin pelatih saya saat ini Hardodi Sihombing dan 4 asisten pelatih, Irpani, Krisna Hadi, Sukri Silalahi, Yola Ginting. Saya dilatih terus dari pagi, sore selama 2 bulan penuh.

T: Seperti apa fokus latihannya.
MJ: Fokus latihan tolak peluru sama lempar lembing.

Kru MEDANSPORT.ID sedikit mengulas awal dera disabilitas yang menimpa Mak Jul. Pun sekiranya kurang lazim, namun penasaran itu menjadi tanda tanya besar di benak Joko Heriyanto. Dia pun coba mengorek sedikit sisi duka Mak Jul.

T: Saya penasaran, (maaf) apakah yang menyebabkan Mak Jul sekarang mengalam disabiltas fisik?
MJ: Hmmmmm…. Cerita emak saya, sebenarnya dulu di antara lima saudara sebaya, saya termasuk yang cepat pandai jalan. Namun di usia 9 sampai 10 bulan, saya mengalami panas tinggi. Begitu umur 1,5 tahun, panas tinggi yang sering saya alami tidak reda. Saya dibawa ke rumah sakit, di kampung saya Batu Bokong, Perkebunan Lonsum. Karena demam tinggi dulunya itu membuat saya disabilitas seperti sekarang ini. Tapi semuanya patut disyukuri, dan jangan menyalahkan kehendak Tuhan. Tuhan lebih tahu apa yang harus diberikan cobaan bagi hambanya.

Bagikan: