KONI Medan Konsen Persiapkan Atletnya Menatap PON Papua dan PON Sumut-Aceh 2024

Ketua KONI Medan, Eddy Sibarani saat diabadikan bersama tim Medansport.id di Taman Cadika Medan Johor. (Medansport.id dok)

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- KONI ( Komite Olahraga Nasional Indonesia ) Kota Medan saat ini tengah konsen mempersiapkan atletnya yang akan berlaga di PON Papua 2020 nanti. Selain itu KONI Medan juga membina atlet yang akan dipersiapkan menghadapi PON Sumut-Aceh 2024 mendatang.

Hal ini menyahuti pesan Walikota Medan, Bobby Nasution saat memantau langsung latihan para atlet di Taman Cadika Medan, Minggu (22/8/2021) kemarin.

"Jadi seperti apa yang disampaikan oleh pak walikota tadi, bahwa KONI itu sendiri akan mempersiapkan apa program dari pemerintah Kota Medan. Jadi sekarang KONI Kota Medan sedang mempersiapkan atlet untuk Papua dan PON Sumut-Aceh 2024," ungkap Ketua KONI Medan, Eddy Sibarani kepada Medansport.id, kemarin.

Masih menurut Eddy, untuk PON Papua nanti ada sekitar 127 atlet dan pelatih yang akan diberangkatkan. Sedangkan persiapan PON 2024 saat ini KONI Medan mempersiapakan sekiar 500 orang atlet binaan.

"Jadi pada prinsipnya kita selaku induk olahraga, siaplah untuk mensupport cabang-cabang yang ada," tegasnya.

Disinggung cabang olahraga yang paling berpotensi mendulang medali, Eddy mengaku cabang beladiri dan tarung, tanpa menafikan cabang olahraga lain yang juga dianggap memiliki potensi.

"Intinya semua berpeluang sama, tapi memang secara spesifik karakteristik Kota Medan kita lebih sering menonjol di cabang olahraga beladiri, tarung. Tapi yang lain juga sepatu roda, dan dayung semua bagus. Namun, posisi kita di situ dan itu karakteristik Medan dan Sumut," ungkapnya.

Eddy pun berharap lewat program latihan yang dilakukan secara intens para atlet mampu memberikan yang terbaik di balik kondisi Pandemi yang masih membayangi.

Menyahuti persiapan PON 2024, Eddy menerangkan jika saat ini ada 500 atlet dari 45 cabor yang tengah menjalani pembinaan. Selain itu juga untuk sepatu roda sambungnya, ada dua lapis yang sengaja dipersiapkan untuk sejumlah even. Di mana lapisan satu untuk nasional dan internasional sedangkan lapisan dua dipersiapkan untuk kejuaraan daerah dan provinsi.

Namun apakah masih membuka peluang membuka perekrutan atlet baru, Eddy tak menampiknya.

"Istilah kerennya di olahraga ada namanya degradasi-promosi. Jadi atlet yang dibina itu ditatanan apapun itu sewaktu-waktu bisa degradasi sebaliknya atlet yang tidak didalam itu pun bisa dipromosi. Jadi dia diikuti semua item disiplin latihan prestasi dan lain sebagainya, yang pasti masih ada peluang untuk 2024," ujarnya mengakhiri.