*Catatan Kaki

Curhatan Suporter Di Balik Senyapnya Penutupan Edy Rahmayadi Cup 2020

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- Gaung laga penutup Edy Rahmayadi Cup 2020 mendadak tak lagi menggema. Berbeda di hari pembuka, Kamis (16/1/2020) kemarin, laga berjalan begitu meriah dengan suara dukungan dari para suporter yang memenuhi sisi tribun penonton.

Namun, Sabtu (18/1/2020) tadi, laga begitu senyap. Tak ada lagi suara dukungan dari para suporter. Yang ada hanya curhatan yang terpampang menjalar di atas kain putih bertuliskan satu tuntutan.

"Philep Hansen....Silahkan Angkat Kaki Dari PSMS,"
Ya, tulisan yang mewakili keberadaan suporter di sisi Selatan.

Satu tuntutan sederhana di balik keraguan mereka terhadap kualitas pelatih yang direkrut managemen PSMS Medan.

Setidaknya, sinyal ketidakhadiran suporter telah diwanti-wanti sehari sebelumnya. Lewat media sosial IG nya, mereka menegaskan akan memboikot laga PSMS kontra Penang FA. Itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan mereka menolak sikap manajemen dalam hal mendatangkan Philep Hansen sebagai pelatih.

Tak cuma satu kelompok suporter, ternyata hal ini juga diikuti para suporter penghuni sisi Barat, Timur dan Utara. Mungkin sebagai bentuk solidaritas dan keinginan yang sama, PSMS Medan dilatih oleh pelatih berkualitas dengan sejuta prestasi tentunya.

Tentu bagi suporter ini bukan keinginan dan harapan yang muluk atau juga sebagai bentuk penunjukan sikap ketidaksukaan terhadap Philep Hansen.

Hanya saja ini tak lebih dari harapan dan mimpi bersama warga Sumut dan Medan khususnya untuk melihat PSMS kembali ke jalurnya di Liga I. Liga teratas dan liga penuh gengsi. Bravo PSMS. (*)