Kisah Miris Sekum PSMS Jilid II

Dari Curhatan IG, Hingga Menguak Dosa PSSI Dan Sponsor Besar Kepada PSMS

MEDANSPORT.ID-MEDAN--Kisah curhatan Sekum PSMS Medan, Julius Raja yang merasa terzalimi lewat cuitan dan hujatan netizen yang berbau SARA di sosial media Instagram (IG) beberapa waktu belakangan, tak berhenti sampai di situ.

Dalam pengakuannya, ada beberapa hal terkuak yang masih menyisakan sepenggal kisah pahit. Yakni mengenai hutang piutang klub PSMS Medan.

Kepada medansport.id, Jumat (20/9/2019) sore, pria yang akrab disapa King itu secara blak-blakan membuka rahasia yang selama ini sengaja disimpan demi menjaga kondusifitas perjalanan tim mengarungi Liga 2.

Ternyata, jika sampai saat ini masih ada dua pihak penting yang menyisakan dosa berupa sisa hutang kepada tim kebanggaan Kota Medan itu.

Kedua pihak yang dimaksud yakni PSSI dan pihak sponsor utama mereka NC (inisial). Di mana PSSI masih menyisakan hutang berkisar Rp2,1 miliar.

"Dari penyelenggaraan Liga 1 musim lalu PSSI melalui badan liga berjanji menyiapkan dana sekitar Rp7,5 Miliar untuk masing-masing klub peserta. Selain untuk perjalanan klub di Liga 1 juga untuk pembinaan pemain muda seperti U-16 dan U-17. Namun sampai saat ini PSSI dan badan liga belum juga melunasi kewajibannya dan masih menyisakan hutang sekitar Rp2,1 M ," terang King.

Selain PSSI, bilang King, NC selaku sponsor utama PSMS saat mengarungi Liga 1 musim lalu juga belum melunasi sisa kontrak kerjasamanya senilai Rp1,2 miliar.

"Sampai saat ini belum ada iktikad baik dari kedua pihak itu untuk melunasinya. Kalau PSSI beralasan belum bisa bayar karena pihak sponsor utama Liga 1 belum melunasi kontrak kerja sama mereka. Kalau NC lebih parah, sampai sekarang mereka seakan tak mau dihubungi. Intinya beberapa bulan belakangan kita sudah lost contact dengan mereka," terang King.

Sementara dalam perjalananya, sambung King, demi menutupi kontrak pemain dan kebutuhan lainnya di Liga 1 musim lalu, PSMS masih tertunggak kepada pihak ketiga dengan total mencapai Rp 2,3 M. Hal ini jugalah menjadi alasan kenapa PSMS sulit berkembang, karena harus memikirkan sisa hutangnya.

"Belum lagi kita harus memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang untuk membawa PSMS mengarungi Liga 2 musim ini. Jelas ini butuh biaya besar. Tak jarang di segala momen, baik itu pengurusan ke kantor PSSI pusat hingga biaya perjalanan di setiap laga PSMS, pengurus harus merogoh kantong sendiri. Makanya, saya senang jika ada orang yang mau dengan senang hati mengajukan diri menjadi pengurus PSMS, jangan taunya cuma nyinyir di medsos," ungkapnya.

Bahkan dirinya mengajak seluruh pihak yang punya konsep dan ide cemerlang serta siap membangun PSMS dengan konsep profesionalisme untuk duduk bersama dan berdiskusi secara positif.

"Ayo kita duduk bersama dan tuangkan konsep managemen profesionalitas yang digaungkan banyak pihak selama ini. Karena banyak yang menilai jika manajemen PSMS saat ini bobrok dan tidak profesional. Tunjukkan kepada kami bagaimana sih mengurusi bola yang benar-benar profesional. Kita akan terima jika pendapat yang disampaikan memang baik dan murni untuk memajukan PSMS," ucapnya. (*)