Terkait Tunggakan Kontrak Pemain Asing

Dipanggil Rapat Ke Jakarta, PSMS Dapat Ultimatum Dari PSSI

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja (kanan) diabadikan bersama perwakilan FIFA dalam agenda rapat di Jakarta tentang sengketa pemain asing. (Kesuma Ramadhan/dok)

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- FIFA dan PSSI mulai mengeluarkan peraturan tegas terhadap semua klub sepak bola yang masih memiliki tunggakan kontrak terhadap pemain asingnya.

Mengingat sampai saat ini kasus tersebut masih menyita perhatian dunia karena sang pemain mengadukan kasusnya ke badan sepak bola internasional.

Hal ini disampaikan pengurus PSMS melalui sekretaris umumnya, Julius Raja, Selasa (23/7/2019) malam.

Kepada Medansport.id, pria yang akrab disapa King ini menjelaskan jika sebelumnya, pengurus PSMS mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat badan penyelesaian sengketa pemain antara klub dengan pemain asing, di Jakarta.

Di mana, dalam rapat yang dihadiri pengurus klub sepak bola Liga 1 dan Liga 2 serta utusan FIFA itu, beragendakan pembahasan tentang sengketa pemain asing.

Dan hasilnya menegaskan jika PSSI dan FIFA sepakat menyelesaikan semua tunggakan gaji pemain sejak 2012 lalu sampai dengan sekarang. Dan masanya berlaku 10 tahun.

"Maksud 10 tahun yakni untuk validasi tentang kontrak pemain hingga 10 tahun ke depan baru berakhir dan dianggap expired. Contoh, dari 2012 ke 2022 tenggang masa kasusnya masih berjalan dan akan berakhir di 2022 nanti," terang King.

"Juga apabila kalau ada klub yang belum melunasi maka akan mendapatkan sanksi tegas berupa turun ke kasta yang paling rendah dan menjadi catatan merah oleh FIFA." sambung King.

Saat ini PSMS sendiri masih menyisakan kasus tunggakan terhadap satu pemain asing berkebangsaan Paraguay, Moise Dario Maldonado Ovelar.

"Sebelumnya PSMS terlilit tiga kasus tunggakan pemain asing dan itu terjadi pada musim kompetisi 2012-2013.
Ketiganya yakni Ramon Alberto Sosa Morel, Moise Dario Maldonado Ovelar dan Rolon Diacak. Namun, untuk Ramon dan Rolon sudah kita lunasi dengan nominal tunggakan masing-masing mencapai Rp350 juta. Tinggal Maldonado inilah yang akan kita lunasi dengan nilai kontrak yang hampir sama dengan dengan dua pemain sebelumnya," terang King.

Kasus itu sendiri sambung King,  berawal dari ketiga pemain yang menyampaikan case ke FIFA dgn memakai pengacara Jorrge Louis Galiano dari Paraguay.

"Jadi menggunakan bantuan pengacara, mereka menuntut haknya yang belum dilunasi di era kepengurusan Indra Sakti. Karena berdampak dengan pengurus saat ini maka akhirnya kita lunasi kontrak dua pemain itu. Bahkan, kita juga harus mendapatkan sanksi hukuman pengurangan nilai 3 poin di Liga 1 musim lalu karena masih ada tunggakan terhadap Maldonado. Kita pikir dengan pengurangan poin itu, kasusnya sudah selesai, ternyata tidak, dan kita tetap harus melunasi sisa kontrak Maldonado atau bakal dapat sanksi yang mulai diberlakukan," sebut King.

Disinggung tempo waktu yang diberikan PSSI untuk menyelesaikan tunggakan terhadap Maldonado, King menerangkan jika pihaknya harus menyelesaikan dalam waktu sebulan ke depan.

"Kita diberi waktu sebulan untuk menyelesaikan tunggakan kepada Maldonado. Jika tidak diselesaikan, maka musim mendatang kita akan turun ke Liga 3," ucapnya. (*)